SMA Pasundan Gratiskan Sekolah

BANJIR KELUHAN: Disdik Kota Bogor terus mendapat keluhan dari orang tua terkait pendaftaran PPDB online 2015.
BANJIR KELUHAN: Disdik Kota Bogor terus mendapat keluhan dari orang tua terkait pendaftaran PPDB online 2015.
Ilustrasi PPDB

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Polemik pasca penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), ternyata masih terus bergulir. Beberapa sekolah yang terncam gulung tikar karena tak memiliki siswa baru, kini hanya bisa mengelus dada. Pasalnya, apa yang diharapkan dari PPDB terkait kuota siswa baru di sekolah negeri maupun swasta, kini menjadi puing-puing penderitaan bagi sekolah swasta.

Ketidak beresan dalam penerimaan siswa baru terutama masalah kuota yang seharusnya dilakukan pilah sekolah negeri, tidak diterapkan. Sehingga, hal itu berimbas pada jumlah murid yang mendaftar di sekolah swasta. Hal itu dikatakan oleh Kepala Sekolah SMA Pasundan Kota Sukabumi, Mamay Permana.

Tak hanya itu, dirinyapun mengungkapkan kekecewaan kepada pihak terkait yang tidak bisa melakukan komitmennya. Walau pun tak dapat di pungkiri, citra kurang baik yang melekat kepada SMA Pasundan akibat kenakalan para pelajarnya membuat enggan para orang tua murid menitipkan anaknya untuk belajar disekolah tersebut.

“Saya tak memungkiri bahwa ada stigma negatif di masyarakat tentang kenakalan para siswa (SMA Pasundan), namun saya kira itu tak menjadi satu-satunya alasan dengan tak ada nya para siswa yang mendaftar. Justru saya sangat menyayangkan untuk sekolah negeri yang melakukan penerimaan murid secara besar besaran,” keluhnya.


Meski begitu, dengan sekelumit permasalahan serta kendala tersebut, tak lantas menyurutkan pihak sekolah untuk terus berusaha melakukan pembenahan dan perekrutan siswa untuk dapat kembali menjalankan aktifi tas belajar mengajar di sekolah. Seperti yang dilakukan para alumni SMA Pasundan yang saat ini menyususn rencana untuk membentuk ikatan alumni agar nantinya dapat berkontribusi untuk kembali mem-bangkitkan kejayaan sekolah yang pernah mendidiknya.

Seperti dikatakan Firman, salah satu alumni tahun 1998. Ia mengaku miris sekolahnya yang dulu sempat mem-berikan dirinya pelajaran berharga, namun sekarang ditahun ajaran baru ini tidak dapat lagi melakukan aktifi tas pendidikan lagi.

“Melihat tak ada siswa di tahun ajaran baru sekarang, membuat saya sedih,” ujarnya.

Namun dengan keadaan seperti itu, dirinyapun bersama-sama ikatan alumni yang baru dibentuk tersebut saat ini melakukan terobosan baru dengan membuka peneri-maan siswa baru lagi dengan mengratiskan seluruh biaya sekolah.

“Ide baru dengan dibentuk nya ikatan alumni SMA Pasundan, kami akan adakan penerimaan siswa baru lagi dengan tanpa biaya untuk parasiswa yang ma-suk,” tuturnya.

Dirinyapun berharap, dengan ide baru tersebut dapat menghidupkan kembali proses pendidikan di SMA Pasundan. Serta, semoga diawalinya pembentukan ikatan alumni para alumni yang belum terjaring dapat ikut berpartisipasi.

“Untuk para alumni yang belum terhimpun, semoga dapat merapat pada per-kumpulan ikatan alumni ini. Agar nantinya dapat bersama-sama dalam mewu-judkan kondusifitas untuk berjalannya pendidikan di SMA pasundan kembali,” pungkasnya.(cr7/dep)