Wawali, Proteksi Pelajar dari HIV/AIDS

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKJABAR.id, CIKOLE – Penyebaran HIV/AIDS di Kota Sukabumi sangat memprihatinkan. Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi, kasus HIV/AIDS secara global Kota Sukabumi masuk sepuluh besar di Jawa Barat. Maka dari itu, dibutuhkan peran serta masyarakat untuk memberantas penyebaran penyakit mematikan ini. Pelajar merupakan salah satu komponen terpenting untuk membantu pemerintah mengampanyekan bahaya HIV/ AIDS.

Demikian ditegaskan Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi, saat melakukan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS untuk pelajar SMA dan SMK se-Kota Sukabumi di Gedung Aula SMAN 1 Kota Sukabumi. Mereka mendapatkan informasi HIV/AIDS. Fahmi mengaku, Pemkot Sukabumi akan terus mensosialisasikan pembinaan kepada pelajar dan generasi muda mengenai HIV/AIDS. Menurutnya, permasalahan HIV/AIDS sangat bahaya bagi generasi muda.

“Ini upaya kita memahami penyakit menular seperti HIV/ AIDS agar bisa melakukan pencegahan,” ujar Fahmi. Menurutnya, dampak dari penyakit ini bisa menurunkan kekebalan tubuh dan menyebabkan penyakit lainnya mudah masuk ke tubuh.

“Kita perlu memproteksi diri agar tidak melakukan pergaulan bebas dan memakai narkoba. Kita harus jaga diri kita masing- masing dari hal tersebut.
Jangan habiskan masa muda kita dengan aktivitas seperti itu, katakan tidak pada narkoba dan seks bebas serta HIV,” pungkasnya.


Rizky pelajar SMA 4 Kota Sukabumi mengaku menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisaisi bahaya penyakit HIV/AIDS perlu dilakukan agar para pelajar mengetahui dampak dan akibatnya. “Harus seringsering melakukan sosialisasi seperti ini, agar pelajar di Kota Sukabumi tahu bahayanya,”
tandasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Rina, pelajar SMKN 2 Kota Sukabumi, informasi bahaya HIV/AIDS ini pernah diberikan ilmunya pada saat di SMP, sehingga dengan kegiatan ini mengulang kembali ingatan kita terhadap bahaya HIV/AIDS. Sementara itu, Pengelola Program KPA Kota Sukabumi, menyebutkan tahun ini KPA mengadakan kegiatan KPA Go To School, untuk mensosialisasikan bahaya HIVAIDS.

Ada 15 sekolah setingkat SMA dan SMK yang didatangi. Program ini merupakan yang pertama kali dilakukan KPA Kota Sukabumi secara serentak. Ada 5500 pelajar yang diharapkan dapat melek HIV/AIDS pada kegiatan ini. Mereka ini diharapkan dapat menularkan ilmu kepada seluruh teman sebayanya dan di lingkungan rumah. Dengan banyaknya sasaran yang kita berikan pengetahuan dasar bahaya HIV/ AIDS, semakin banyak juga masyarakat Kota Sukabumi yang paham akan bahaya penyakit tersebut,” pungkasnya. (wdy/d)