UF Terancam Dipecat Hanura

LOBI : Calon Wakil Bupati Sukabumi, Iman Adinugraha saat berkomunikasi dengan Politisi Hanura, Ujang fahpulwaton dan rekan-rekannya yang tergabung dalam UF Center sebelum memberikan dukungan politiknya di Rumah Makan Salira, Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi,
LOBI : Calon Wakil Bupati Sukabumi, Iman Adinugraha saat berkomunikasi dengan Politisi Hanura, Ujang fahpulwaton dan rekan-rekannya yang tergabung dalam UF Center sebelum memberikan dukungan politiknya di Rumah Makan Salira, Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi,
LOBI : Calon Wakil Bupati Sukabumi, Iman Adinugraha saat berkomunikasi dengan Politisi Hanura, Ujang fahpulwaton dan rekan-rekannya yang tergabung dalam UF Center sebelum memberikan dukungan politiknya di Rumah Makan Salira, Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi

POJOKJABAR.id, SUKABUMI -Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Ujang Fahpulwaton (UF) terancam dipecat sebagai pengurus dan kader Partai
Hanura. Hal ini setelah UF bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam UF Center resmi menyatakan dukungan penuh kepada pasangan Akhmad Jajuli-Iman Adinugraha, Kamis (7/8) malam.

Lantaran, keputusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) resmi mengusung pasangan Totong Suparman-AM Murthado Tafrihan (Ado). Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura, Ade Surachman menegaskan, selayaknya seluruh jajaran pengurus, fungsionaris dan kader partai patsun dengan keputusan DPP yang ditetapkan melalui SK yang diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi.

“Hasil keputsan DPP kan mengusung pasangan Totong- Ado, jadi Ujang Fahpul seharusnya tahu diri dan patsun. Karena sudah mengambil tindakan di luar keputusan DPP, berarti sudah melawan ketua umum partai. Makanya DPC akan segera melayangkan surat rekomendasi sesuai bukti-bukti agar UF untuk dipecat,” tegasnya.

Ia juga menegaskan, sebenarnya jajaran pengurus Partai Hanura tidak akan terpengaruh dengan adanya dukungan UF kepada pasangan lain daripada keputusan DPP.


“Hanura tetap solid dan utuh untuk memenangkan pasangan Totong-Ado,” klaimnya. Sementara dihubungi terpisah, Ketua badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Jawa Barat, Fitrun Fitriansyah hingga kini mengaku masih menunggu laporan dari DPC Kabupaten Sukabumi. Ia juga menegaskan dan mengintruksikan kepada seluruh jajaran pengurus, fungsionaris dan kader partai agar patsun dan mengamankan Surat Keputusan (SK) DPP.

“Karena surat keputusan DPP mengusung pasangan Totong-Ado, berarti semuanya harus mendukung dan memenangkan pasangan Totong-Ado. Jika tidak bahkan memberikan dukungan kepada pasangan lain berarti melawan pimpinan partai. Sesuai mekanisme partai kita akan menunggu rekomendasi dari DPC hingga melakukan pemecatan,” papar Fitrun yang juga Wakil Ketua I Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Jawa Barat.

Ia menerangkan, dinamika partai memang sudah biasa terjadi saat pemilu. Namun perbedaan dukungan dan usungan itu terjadi sebelum adanya penetapan dari DPP. Setelah adanya SK dari DPP, semuanya final dan harus mematuhinya.

“Apapun alasannya, semua pengurus, fungsionaris, kader dan partisipan harus mengamankan SK. Karena SK DPP merupakan final dari dinamika,” tukasnya.

Sebelumnya, UF mengaku tidak akan gentar jika Partai hanura akan melayangkan sanksi kepdanya. Lantaran, ia mengklaim, keputusan tersebut bukanlan sebagai keputusan kader partai.

“Dukungan kepada pasangan Jajuli-Iman ini keputusan UF Center hasil musyawarah dengan rekan-rekan pengurus UF Center. UF Center juga bukan anderbow partai. Jadi saya menilai tidak salah jika UF Center memberikan dukungan tidak sama dengan SK Partai,” tandas UF yang masih tercatat sebagai Wakil
Ketua DPD Partai Hanura Jawa Barat.(ryl)