Muraz Lantik 54 Pejabat Baru

MELANTIK: Walikota Sukabumi M Muraz mengambil sumpah jabatan dalam acara pelantikan pejabat eselon III, IV dan kepala sekolah di Gedung Korpri,
MELANTIK: Walikota Sukabumi M Muraz mengambil sumpah jabatan dalam acara pelantikan pejabat eselon III, IV dan kepala sekolah di Gedung Korpri,
MELANTIK: Walikota Sukabumi M Muraz mengambil sumpah jabatan dalam acara pelantikan pejabat eselon
III, IV dan kepala sekolah di Gedung Korpri

POJOKJABAR.id, LEMBURSITU – Walikota Sukabumi M Muraz melantik 54 orang pejabat eselon III, IV dan kepala sekolah yang diambil sumpah jabatan dalam acara mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, di Gedung Korpri Jalan Pelabuhan II, jumat (7/8).

Terdiri dari 27 orang kepala sekolah tingkat SD, satu kepala sekolah tingkat SMA, satu orang eselon IV dan sisanya setingkat kepala seksi.

“Rotasi maupun mutasi sebagai bentuk penyegaran dan peningkatan kinerja para pegawai negeri sipil,” ujar Muraz kepada Radar Sukabumi.

Dalam sistem birokrasi pemerintah, pergantian kepemimpinan dalam berbagaiuntuk kerja adalah suatu hal yang lumrah terjadi. Hal ini sebagai akibat adanya pegawai yang telah memasuki masa purna bakti, adanya promosi karena prestasi kerja maupun tuntutan kebutuhan dari organisasi.


“Promosi dan mutasi jabatan suatu kebutuhan sekaligus merupakan bagian dari proses pembinaan karir,” terangnya.

Bahkan orang nomor satu di Kota Sukabumi itu mengatakan,penilaian terhadap kinerja para penjabat eselon dan seluruh pegawai negeri sipil (PNS) pada hakikatnya merupakan upaya dalam rangka meningkatkan kualitasaparatur sipil negara. Dengan memperbaiki kesejahteraan dan keprofesionalan serta memberlakukan sistem karir berdasarkan prestasi dengan prinsip memberikan penghargaan dan sanksi.

“Saya ingatkan suatu jabatan di pemerintahan tidak ada yang abadi. Suatusaat cepat atau lambat pasti kedudukan ini akan diganti oleh yang lain,” bebernya.

Muraz memberikan pesan kepada PNS agar secara terus menerus mau belajar,menghayati tugas pokok dan fungsinya. Serta memahami berbagai aturan dan perundangan-undangan untuk peningkatan kompetensi secara mandiri.

“Upayakan seminimal mungkin untuk tidak melakikan ketoledoran dalam fungsi apalagi yang mengarah kepada terbentuknya opini publik tentang buruknya birokrasi pemerintahan,” pungkasnya.

Selain itu ia berharap para penjabat yang dilantik, untuk bisa memiliki kemampuan untuk dapat menerjemahkan Visi dan Misi Kota Sukabumi agar mampu merealisasikannya ke dalam program kegiatan pemerintah daerah yang konkret.

“Saya mengharapkan pejabat memiliki kecerdasan, cakap, kuat dan memliki kompetensi kapasitas dankapabilitas yang memadai,” jelasnya. (bal/d)