Jawa Barat Bisa ‘Tenggelam

Muhammad Fajar Laksana Pimpinan Pesantren Dzikir Al-Fath Kota Sukabumi
Muhammad Fajar Laksana Pimpinan Pesantren Dzikir Al-Fath Kota Sukabumi
Muhammad Fajar Laksana
Pimpinan Pesantren Dzikir
Al-Fath Kota Sukabumi

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Akhir-akhir ini sejumlah media massa baik online ataupun cetak gencar soal wacana para yang mengusulkan mengubah nama
Jawa Barat menjadi Pasundan atau Sunda ke Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Yuddy Chrisnandi.

Pengusulan tersebut bukan tanpa dilakukan, dengan bermodalkan alasan Jawa Barat tidak lagi dampak positif. prestasi provinsi barat Pulau Jawa
semakin menurun bernama Jawa Barat. perubahan nama disetujui sangat mungkin Jawa Barat akan gelam’ atau tinggal kenangan.

Usulan tersebut ternyata mendapatkan sambutan baik dariyang ada di Jawa khususnya tokoh yang ada di KotaSukabumi, salah satunya Pimpinan Dzikir Al-Fath Sukabumi, Muhammad Laksana. Dirinya setuju akan adanya mnama tersebut. Pria yang juga dan Guru Besar Perguruan Silat Satria Awi Koneng Meong Bodas itu mengatakan, ada tiga poin penting yang menjadi alasan dukungan nya tersebut. Pertama, secara aspek geografis tidak lagi menunjukkan letak Jawa paling barat karena ada Banten.

“Setelah adannya Provinsi Banten, nama Jawa Barat itu sudah tidak berada di titik barat lagi. Makanya saya mengaku alasan pertama dilihat dari geografi snya. Beda dengan saat masih satu provinsi,” ujarnya saat dihubungi Radar Sukabumi, jumat(7/8).


Dikatakan Fajar, alasan yang kedua menurutnya yakni dilihat secara fi losofi s. Sebab, nama Jawa Barat tidak sesuai atau bertolak belakang dengan simbol atau lambang kujang yang artinya suku Sunda. Dan terakhir alasannya dilihat secara kultur nama Jawa Barat tidak mencirikan budaya Sunda.

“Di tengah lambang Jawa Barat ada gambar senjata khas yaitu sebuah kujang dan kulturalyang kini malah lebih menujukkan budaya Jawa, sehinga nilai Sunda jadi tidak terlihat dari nama Jawa Barat,” ungkapnya.

Pria kelahiran Sukabumi, 28 November 1969 ini membeberkan, berdasarkan alasan tadi maka sepantasnya nama Jawa Barat diganti dengan nama yang mencirikan atau mewakili masyarakat Sunda. Makanya bisa saja dinamakan, Provinsi Sunda, bisa juga Pasundan atau Siliwangi.

“Intinya pergantian nama Jawa Barat ini yang penting menunjukkan arti dan makna masyarakat Sunda,” terangnya.

Seperti yang dituturkan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandidi Kantor Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Selasa (4/8). Dirinya secara pribadi pun mengaku setuju akan adanya pergantian nama tersebut.

“Saya selaku pribadi, menyambut baik prakarsa perubahan nama Provinsi Jawa Barat dan memberikan dukungan terhadap gerakan aspirasi ini,” kata Yuddy seperti dilansir kepada viva.co.id.

Sebelumnya, para tokoh seperti Adjie Esa Putra, Asep Saeful, Rully Indrawan, Dani Wisnu, Hendy, Dyna Ahmad, dan Memet Hamdan menggabungkan diri dalam Tim Pengkaji Perubahan Nama Jawa Barat. Mereka menilai nama Jawa Barat tidak tepat lagi digunakan. (lan/hnd/e)