4 Saksi Korupsi Kohippi Mangkir

Raja Ulung Padang
Raja Ulung Padang
Raja Ulung Padang

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukabumi masih terus mengusut dugaan korupsi dana kredit Koperasi Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia Sukabumi (Kohippi) senilai Rp 17,5 miliar. jumat (7/8/2015), lembaga adhyaksa itu menjadwalkan pemeriksaan terhadap empat saksi. Namun,
keempat saksi mangkir dari jadwal pemeriksaan.

“Keempat saksi tidak hadir memenuhi panggilan penyidik tanpa keterangan,” kata Kepala Kejari (Kajari) Sukabumi, Raja Ulung Padang kepada Radar Sukabumi, jumat (7/8).

Akibatnya, tim penyidik kesulitan mengumpulkan keterangan yang nantinya akan dijadikan sebagai alat bukti.

“Harus dipertimbangkan juga faktor ketidakhadiran saksi itu, kita terus menelusurinya. Sebab, dalam menangani sebuah perkara korupsi, optimalisasi tetap dikedepankan,” ujarnya.


Nah bagaimana jika para saksi tetap tidak hadir? Raja menginstruksikan tim penyidik menelusuri keberadaannya hingga ke ketua RT atau RW tempat di mana saksi tinggal. Apalagi daftar nominatif penerima kredit tersebut sebanyak 220 orang fi ktif.

“Tim penyidik sedang mengupayakan penelusuran keberadaan 50 orang saksi sesuai dengan kartu tanda penduduk (KTP). Tapi, kita tak boleh menyatakan saksi yang tidak menghadiri undangan untuk dimintai keterangan itu mangkir. Karena bisa saja mereka sakit atau faktor lainnya,” terangnya.

Masih kata Raja, meski kehadiran saksi dinilai sangat penting untuk melengkapi alat bukti. Namun, karena 220 penerima kredit itu fi ktif, jadi tidak harus semuanya dilakukan pemeriksaan. Tim penyidik nanti akan menilai kualitas setiap saksi.

“Jika memang sudah cukup keterangan saksi bisa dijadikan alat bukti kami,” jelasnya.

Sementara itu, Kapala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sukabumi, Asep Sunarya mengatakan, saat ini pihaknya sudah memanggil hampir 19 orang saksi.

“Rabu dan Kamis (5-6/8) lalu kita sudah panggil tujuh orang saksi. Jadi setelah naik menjadi penyidikan, jumlah saksi yang dipanggil sebanyak 19 orang, karena sebelumnya sudah kita mintai keterangan sebanyak 12 orang. Hari ini (kemarin, red) mestinya ada empat saksi yang kita panggil. Tapi sampai saat ini belum datang,” ujarnya.

Menurutnya, kucuran dana sebesar Rp 5 miliar dari Kementerian Koperasi kepada Kohippi pun tak luput dari bidikan Kejari Sukabumi. Saat ini dugaan
korupsi dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB- KUMKM) masih dalam tahap penyelidikan.

“Status penganganan dugaan korupsi tersebut belum dinaikkan, dalam waktu dekat ini kita akan panggil pihak kementerian,” tutup Asep. (bal/t)