PGRI Minta Guru Magang Lebih Diperhatikan

Demo-Guru-Honorer-PNS
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Pengawasan serta belum terakomodirnya para guru pembantu (magang) dalam kesejahteraannya di Kota Sukabumi, menjadi salah satu permasalahan dalam dunia pendidikan. Hal itu disampaikan Ketua PGRI Kota Sukabumi, Dudung Koswara dalam giat ‘Halal Bil Halal’ di Gedung SMAN 1 Kota Sukabumi, Kamis (6/8/2015).

Dirinya pun mengatakan, bukan hanya anak saja yang harus diperhatikan, namun guru selaku tenaga pengajar serta pendidik harus bisa tera-komodir baik itu honor atau pun magang.

“Saya kira penamaan honor atau magang sama saja bagi kami, karena sama-sama be-lum PNS. Jadi saya kira, harus menjadi perhatian lebih terkait kesejahteraannya,” ujarnya.

Tak hanya itu, dirinya memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas perhatiannya terhadap guru honor. Tapi terkait guru magang, dirasa masih belum ada solusi ke depan sampai saat ini.


“Memang harus jadi perhatian seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Pasalnya, dedikasi yang diberikan para guru honor maupun guru magang itu sangat berkontribusi lebih untuk proses pendidikan khususnya di Kota Sukabumi,” paparnya.

Tak hanya itu, Dudung juga meminta agar perhatian kepada guru khususnya SD/SMP sederajat agar lebih ditingkatkan. Bagaimana pun, mereka (guru) di tingkatan paling bawah adalah fondasi dalam mem-bangun dunia pendidikan.

“Kalau tingkatan SMA, memang dalam hal kesejahteraan dirasa sudah terakomodir. Makanya, saya berharap agar pemerintah mau lebih memperhatikan guru atau sekolah di tingkatan paling bawah seperti SD atau MI,” harapnya.

Sementara itu, Walikota Sukabumi M Muraz menerangkan tentang perbedaan guru honor dan guru magang. “Di pemerintah daerah, tidak mengenal guru honorer, karena yang disebut guru honorer dalah guru yang sudah mendapat SK Walikota ataupun kepala daerah. Sehingga menjadi guru dengan diberikan honor oleh pihak pemda,” ujarnya.

Tak hanya itu, nasib guru magang belum dapat dipastikan karena saat ini menurutnya monatorium terkait guru masih berlaku.

“Ya kita lihat nanti saja, mudah-mudahan monatoriumnya dicabut,” pungkasnya.

Ia juga mengatakan, sejauh ini sinergitas dan fungsi yang dilakukan PGRI Kota Sukabumi sudah baik. Diakuinya, memang perbedaan pasti ada tapi bagaimana dengan per-bedaan itu dicari kesamaan untuk menjadikan sinergitas antara pemerintah daerah dan PGRI dalam memajukan dunia pendidikan.

“Tinggal bagaimana sinergitas ini sebagai ajang untuk meraih prestasi seperti tema yang diusung,” harapnya. (cr7/e)