Galian Pasir Renggut Nyawa

MUSIBAH:Salah seorang warga menunjukkan tebing di wilayah tambang pasir titisan Kampung Cimanggu RT 9/3 Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi yang sempat longsor dan memakan korban jiwa
MUSIBAH:Salah seorang warga menunjukkan tebing di wilayah tambang pasir titisan Kampung Cimanggu RT 9/3 Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi yang sempat longsor dan memakan korban jiwa
MUSIBAH:Salah seorang warga menunjukkan tebing di wilayah tambang pasir titisan Kampung Cimanggu RT 9/3 Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi yang sempat longsor dan memakan korban jiwa.

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Tambang galian pasir titisan di Kampung Cimanggu RT 9/3 Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi menelan korban jiwa, dini hari Kamis (6/8/2015). Seorang buruh gali tewas tertimbun saat melakukan pekerjaannya, sedangkan dua rekannya mengalami cedera akibat terkubur tebing yang ambruk.

Korban tewas diketahui bernama Muhammad Jejen Jaelani (33), sedangkan korban luka yaitu Madin (27) dan Asep (37). Saksi mata menyebutkan, ambruknya tebing setinggi 60 meter ini terjadi secara tiba-tiba sehingga semua buruh gali yang berada tepat di bawahnya tak bisa menghindar.

“Korban bekerja bersama pekerja lainnya di galian pasir sedangkan saya menaikkan pasir ke atas mobil. Jarak tempat saya bekerja dengan mereka cukup jauh. Saya mengetahui mereka tertimbun karena suara gemuruh dan minta tolong,” ungkap Saef (53).

Seluruh buruh gali yang berada di tempat kejadian langsung melakukan pencarian korban, Madin dan Asep yang pertama ditemukan. Setelah hampir setengah jam buruh mencangkul timbunan longsor, jasad Jejen akhirnya ditemukan. Dua orang korban yang mengalami luka berat dilarikan ke puskesmas terdekat.


“Saya tak menduga kejadian bakal seperti ini. Korban termasuk orang yang baik serta periang, kami semua suka berbincang ria dengan korban ketika sedang bekerja,” ujar Saef.

Sementara itu, suasana duka menyelimuti keluarga korban. Korban meninggalkan seorang istri yang sedang mengandung sembilan bulan serta dua anak kembar yang kini masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Pihak keluarga mendapatkan kabar jika korban tertimbun sekitar pukul 05.00 WIB.

“Kami mendapatkan kabar dari pihak perusahaan serta teman korban bekerja. Kami merasa kehilangan apalagi istri dan anak-anaknya. Korban adalah tulang punggung keluarga,” ungkap kerabat korban, Ani Sumarni (39).

Menurut dia, pihak perusahaan akan bertanggung jawab dengan membantu bi-aya kematian. Namun, pihak keluarga berharap perusahaan juga dapat bertanggung jawab menanggung kebutuhan hidup serta biaya sekolah anak-anaknya.

“Kami berharap pihak perusahaan dapat membantu untuk biaya sekolah anak-anaknya sampai lulus SMA atau sampai kuliah,” tukasnya. (cr5/dep)