Somang Jebol, Petani Citepus Merugi

RUSAK: Somang atau bendungan penyaluran air yang dibangun warga di Kampung Cilisung Rt 3/8 rusak, akibatnya ratusan sawah gagal panen.

RUSAK: Somang atau bendungan penyaluran air yang dibangun warga di Kampung Cilisung Rt 3/8 rusak, akibatnya ratusan sawah gagal panen.

POJOKSATU.id, PALABUHANRATU – Ratusan hektare sawah di beberapa kecamatan mengalami gagal panen akibat kekeringan musim ini. Seperti di tiga titik Kampung Cidahon, Cibolang dan Cisalam, Desa Citepus Kecamatan Palabuhanratu.

Hal tersebut diakibatkan adanya somang atau sarana pemasok air ke area pesawahan tersebut jebol. Dampak dari jebolnya somang di Kampung Cilisung Rt 3/8 pada akhir Desember 2014 lalu itu, dua kali musim panen petani merugi.

Kepala Desa Citepus, Hendy Suhendy mengatakan, tiga RW di desanya tersebut mengalami gagal panen. Padahal pihaknya sudah mengajukan beberapa kali kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk memohon memberikan bantuan. Namun, hingga saat ini belum juga terealisasi.

“Sekitar 120 hektare sawah di tiga RW mengalami gagal panen. Bahkan, petani mengaku sudah dua musim ini,” ujar Hendy kepada Radar Sukabumi saat memantau langsung ke lokasi, Senin (27/7/2015).

Dikatakan Hendy, agar pasokan air ke wilayah pesawahan itu dapat mengalir secara normal, warga membutuhkan perbaikan somang tersebut sebagai penampungan air.

“Sambil menunggu ada modal besar untuk perbaikan somang itu, kami dan warga membuatkan saluran sementara dengan jembatan air yang dari terpal,” ungkapnya.

Namun, dengan bahan tersebut, hanya untuk sementara lantaran kekuatan somang dari terpal tidak bisa bertahan lama.

“Sekarang somang tersebut sudah mulai bocor dan tidak mengalirkan air secara normal kembali. Namanya juga untuk sementara waktu, jadi kekuatannya sudah tidak bisa lama lagi. Kami meminta agar pemerintah bisa segera memberikan bantuannya,” desaknya.

Hal senda diungkapkan Totong (35), seorang petani asal Cisalam. Menurutnya, petani hanya bisa memanfaatkan sumber air hujan saja. Namun, kini setelah lama kemarau, pasokan air pun tidak ada.

Akibatnya, panen yang diharapkan gagal dan hanya ngisap jempol saja.

“Kami sangat rugi akibat gagal panen ini boro-boro balik modal, utang ke toko pupuk pun belum terbayar,” keluhnya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Camat Palabuhanratu, Suherwanto membenarkan keluhan tersebut, pihaknya hanya bisa melaporkan dan memfasilitasi agar bantuan segera terwujud.

“Mudah-mudahan bantuan bisa secepatnya diterima,” singkatnya.

(radarsukabumi/lan/t)

Feeds