Satu Korban Arus Karanghawu Belum Ditemukan

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, PALABUHANRATU – Hingga pengamanan arus mudik (PAM) Lebaran ditutup, upaya pencarian korban arus laut Karanghawu, Asep (19) warga Kampung Cilember Rt 01/04, Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor belum juga ditemukan.

Namun, tim Search and Rescue (SAR) gabungan terus melakukan penyisiran di perairan Karanghawu, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok.

Bahkan, di hari ketiga, penyisiran tersebut diperluas hingga menempuh jarak lima Nocikal Mile (NM).

Pencarian yang ketiga hari ini mengarah ke tengah perairan 1 Nm, start pukul 09.00 – 17.00 WIB. Tim gabungan yang melakukan pencarian tersebut Sarda Kabupaten Sukabumi, Scubam Satpolair, TNI AL, BPBD dan Basarnas.

Koordinator Basarnas Pos SAR Sukabumi, Agung Priambodo mengatakan, upaya pencarian kali ini mencapai jarak yang lebih jauh dibandingkan hari sebelumnya.

“Pencarian ketiga hari korban hilang ini kami terus lakukan bersama tim lewat pemantauan langsung di sekitar TKP dan disebar ke perairan,” ujarnya kepada Radar Sukabumi, Senin (27/7/2015).

Dikatakan Agung, pencarian akan dilakukan terus hingga tujuh hari. Adapun untuk upaya hari ini belum begitu menggembirakan. Rencananya, Selasa (hari ini, red) akan dilakukan lewat dua tim.

“Besok akan dibagi dua tim, tim di perairan dan di darat. Langkah ini diambil untuk memastikan posisi jasad korban agar segera ditemukan,” tambahnya.

Sementara itu, kakek almarhum, Bunyamin yang juga menjabat Kepala Desa Cilemeber Kecamatan Cisarua menambahkan, korban Asep (19) ini merupakan anak pertama dari pasangan Mahmud dan Nenah. Sedangkan pihaknya terus berharap untuk bisa segera ditemukan.

“Mudah-mudahan jasad almarhum cepat ditemukan. Sementara di kediaman korban terus melakukan pengajian dan tahlil,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, korban dikabarkan tergulung ombak dan hilang di perairan Pantai Kebonkalapa Cisolok pada, Sabtu (25/7/2015) sekitar pukul 16.10 WIB, dan kini masih dalam pencarian.

(radarsukabumi/lan/t)

Feeds

USBN

Soal Rawan Bocor, USBN Dihapus

Tidak tahu ini kabar menggembirakan apa kabar pemerosotan, tingkat kelulusan saat ujian sekolah berstandar nasional (USBN).