Jika Tak Mendidik, MOS Dilarang

ILUSTRASI: Salah satu kegiatan MOS yang dilaksanakan di salah satu sekolah.

ILUSTRASI: Salah satu kegiatan MOS yang dilaksanakan di salah satu sekolah.

POJOKSATU.id, CIBADAK – Dunia pendidikan semakin hari terus berkembang. Bak dunia teknologi, pelaksanaan masa orientasi siswa (MOS) atau masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) pun terus disoroti lantaran kerap terkesan mempermainkan para calon siswa baru di tiap tingkatan.

Kritikan tersebut juga dilontarkan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Badri Sihendi. Menurutnya, MOS itu penting untuk pembinaan karakter para calon siswa, namun hal tersebut dengan catatan harus mengikuti normanorma yang berlaku.

“MOS itu harus diisi dengan kehidupan berpendidikan berwawasan kebangsaan, menyampaikan empat pilar negara. Itu penting, kalau dilakukan dengan cara kekerasan, perpeloncoan saya tidak setuju bahkan mengecam keras,” tandas Badri seperti dilansir Radar Sukabumi, Senin (27/7/2015).

Ketua DPC Partai Demokrat ini juga menambahkan, pelaksanaan MOS seyogyanya sebagai wujud untuk menerapkan satu pola saling mengenal, kerja sama, keseragaman dan kedisiplinan para calon siswa termasuk mendidik para panitia sebagai managerial.

Cara penyampaiannya pun harus elegan sesuai dengan kaidah dan norma yang berlaku.

“Jangan membuat perpeloncoan dengan alasan kedisiplinan. Karena MOS itu akan membentuk karakter calon siswa baru. Lebih baik hukuman atau pun bukan hukuman diisi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti pemberian tugas pengumpulan atau memilah sampah organik dan nonorganik, pembuatan pupuk, hingga menjualnya. Sehingga siswa juga akan terbentuk rasa tanggung jawab, kebersamaan, kedisiplinan, saling memiliki, bela negara hingga jiwa entrepreneurshipnya, atau tugas lain yang sifatnya edukasi dan menghibur,” saran Badri.

Selain itu, ia juga menyarankan para panitia MOS untuk membuat kegiatan lebih kreatif dan inovatif sehingga tidak terkesan hanya bisa menjiplak atau balas dendam dari kegiatan yang dilakukan seniornya di masa lalu.

Hal ini juga ditanggapi serius oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Maman Abdurahman. Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi melarang setiap sekolah menyelenggarakan MOS yang tidak mendidik dan merepotkan orang tua siswa.

Jika ada sekolah membandel, Disdik akan segera memberikan sanksi tegas kepada sekolah tersebut.

“Selama itu tidak memberatkan pihak orang tua dan ada nilai pendidikannya, kami persilakan sekolah mengadakan MOS. Tapi kalau sudah keluar konteks, kami larang dan pastinya ada sanksi tegas bagi sekolah yang melanggar,” ujar Kadisdik Kabupaten Sukabumi, Maman Abdurahman seperti dilansir Radar Sukabumi, Senin (27/7/2015).

Menurut Maman, pihaknya telah menerima masukan dan kritikan dari sejumlah orang tua terkait pengadaan MOS. Namun sejauh ini, belum ada peraturan yang melarang pengadaan MOS.

Sehingga, untuk memperkuat regulasi, pihaknya tidak akan melarang sekolah mengadakan MOS selama tidak mengandung unsur kekerasan atau sejenisnya.

“Kami sudah kirim surat edaran kepada setiap sekolah atas anjuran ini. Kami akan pantau juga pelaksanaan MOS ini, jika ada yang membandel, kami akan tegur,” tegasnya.

Maman berharap, persoalan MOS yang dilaksanakan di setiap musim tahun pelajaran baru, dapat memberi nilai pendidikan kepada para siswa baru.

Jangan sampai, tindak kekerasan terjadi selama masa pengenalan siswa ini.

“Siapapun yang mengetahui ada tindak kekerasan dalam MOS, harap segera memberi laporan kepada kami. Supaya kami dapat mengambil langkah tegas atas kejadian tersebut,” singkatnya.

(radarsukabumi/ryl/ren/t)

Feeds