Empat Kecamatan Dilanda Kekeringan

HAMPA : Salah satu titik sawah yang mengalami kekeringan di Kabupaten Sukabumi. Akibatnya padi ini tak berisi hingga gagal panen.

HAMPA : Salah satu titik sawah yang mengalami kekeringan di Kabupaten Sukabumi. Akibatnya padi ini tak berisi hingga gagal panen.

POJOKSATU.id, WARUNGKIARA – Di musim kemarau ini, sedikitnya ada empat kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang mengalami kekeringan.

Akibatnya, selain lahan pertanian mengalami kekeringan, warga di empat kecamatan tersebut juga mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Informasi yang dihimpun, empat kecamatan yang mengalami kekeringan tersebut yakni, Kecamatan Bantargadung, Warungkiara, Ciracap dan Gegerbitung. Dari empat kecamatan tersebut, terdapat 12 desa yang mengalami kekeringan.

“Laporan yang kami peroleh, lokasi kekeringan terbanyak berada di Kecamatan Warungkiara yakni sebanyak enam desa,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo seperti dilansir Radar Sukabumi, Senin (27/7/2015).

Menurut Usman, kendati kekeringan sudah melanda empat kecamatan, namun hingga kini status Kabupaten Sukabumi belum bisa ditetapkan sebagai wilayah siaga darurat kekeringan.

Pasalnya, dalam waktu dekat ini 12 desa dari empat kecamatan itu akan mendapatkan pasokan air bersih dari BPBD Kabupaten Sukabumi.

“Saat ini masih dalam proses pembahasan pentingnya menetapkan status siaga kekeringan,” akunya.

Disinggung desa yang mengalami kekeringan di kecamatan lainnya, Usman menyebutkan di Kecamatan Bantargadung terjadi di tiga desa, Gegerbitung dua desa dan satu desa di Kecamatan Ciracap.

Kecamatan tersebut merupakan kecamatan yang berada di selatan Sukabumi. Selain itu lanjut Usman, sebelumnya BPBD telah mengirimkan surat edaran melalui radiogram kepada 47 kecamatan.

Isi surat tersebut berupa permintaan kepada aparat kecamatan untuk segera melaporkan daerah atau desa yang mengalami kekeringan terlebih lagi dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat setempat.

“Sudah kita sampaikan kepada seluruh kecamatan supaya segera membuat laporan kekeringan. Sampai saat ini kami masih menunggu,” singkatnya.

Sementara itu, salah warga Desa Warungkiara, Ayang Giri (35) mengaku, semenjak hujan tidak turun, ladang maupun pesawahan warga mengalami kekeringan.

Saluran irigasi yang biasa mengairi pesawahan warga mengering dan berakibat pada tanaman. Bahkan tidak sedikit, warga yang mengalami gagal tanam akibat kemarau tersebut.

“Harusnya musim sekarang ini musim tanam, tapi karena hujan tak turun lahan persawahan jadi tidak terairi. Kami mengalami gagal tanam,” akunya.

Tak hanya itu, akibat hujan belum juga turun, tidak sedikit warga yang menggunakan sumber mata air yang ada satusatunya di kampung tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Pasalnya, air PDAM kerap tidak lancar mengalir sehingga memaksa warga harus rela antri demi mendapatkan air bersih dari sumber mata air tersebut.

“Kami berharap pemerintah turun tangan dan segera membantu kami. Kami harus antre demi mendapat air bersih,” singkatnya.

(radarsukabumi/ren/t)

Feeds