Ditipu Oknum KPK, Guru Honorer Rugi Ratusan Juta

MALU: Oknum KPK (berkumis dan memakai kaos warna abu-abu, red) yang diduga menipu korbannya seorang guru honorer kini berada di balik jeruji Makopolres Sukabumi Kota, Senin (27/7/2015).

MALU: Oknum KPK (berkumis dan memakai kaos warna abu-abu, red) yang diduga menipu korbannya seorang guru honorer kini berada di balik jeruji Makopolres Sukabumi Kota, Senin (27/7/2015).

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Hendri David alias Rian, pria yang mengaku-ngaku sebagai anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini harus berurusan dengan polisi.

Pasalnya, pria 42 tahun itu diduga telah melakukan penipuan terhadap BN (36), seorang guru honorer di Sukabumi hingga ratusan juta rupiah.

Akibatnya, anggota kepolisian Polres Sukabumi Kota menggiring Rian ke Makopolres Sukabumi Kota untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu.

Berdasarkan pantauan Radar Sukabumi, Rian yang saat itu mengenakan kaos abu-abu tertunduk malu saat sejumlah kamera menyoroti wajahnya.

“Jadi menurut pengakuan korban, ia pertama berkenalan dengan pelaku ini di Facebook (FB), dan pelaku ini mengaku sebagai anggota KPK bahkan pelaku juga bilang kalau ia adalah anggota BKN, dan juga mengisi posisi penting di sejumlah instansi penting lainnya,” ungkap Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Diki Budiman, Senin (27/7/2015).

Kepada korban, pelaku menjanjikan akan mengangkat status korbannya menjadi pegawai negeri sipil (PNS), dengan syarat harus membayar uang Rp 50 juta, dengan alasan si korban ini masih berstatus pegawai honorer.

Tak berpikir panjang, korban langsung menyanggupi dan menyerahkan uang Rp 50 juta tersebut kepada pelaku. Tak sampai di situ, pelaku ditengarai memanfaatkan kepolosan korban dengan kembali membujuknya supaya menggelontorkan uang kembali kepada pelaku.

Hingga berita ini diturunkan, total kerugian mencapai Rp 185 juta. Namun, saat dilakukan pemeriksaan polisi tak menemukan tanda pengenal institusi tertentu seperti yang diakui pelaku kepada korban.

“Sementara pelaku kita masukkan ke sel polres untuk kepentingan penyidikan, sehari- hari dia bekerja sebagai wiraswasta jebolan perguruan tinggi ternama di Bandung,” imbuh Diki.

Sementara itu menurut pengakuan korban, uang yang diberikan ke pelaku selain untuk peningkatan status dari honorer ke PNS, juga untuk menebus sejumlah barang, yang menurut pelaku merupakan hasil sitaan dari KPK.

“Barang itu berupa perhiasan emas sebanyak 300 gram lebih. Ada juga mobil jenis Honda City dan pernah dibawa sama dia untuk meyakinkan saya, penyerahan uang dengan cara transfer,” aku korban.

Masih kata korban, kejadian tersebut terjadi pada tahun 2013 hingga 2014. Semua yang dijanjikan pelaku tak kunjung terbukti. Ketika korban mendatangi tempat tinggal pelaku di daerah Cipanas, Cianjur, pelaku sudah menghilang.

“Itu rumah kontrakan ada istrinya cuma dia menutupi keberadaan suaminya,” tutup korban.

Setelah satu tahun menghilang, pelaku akhirnya dibekuk polisi di kontrakannya. Akibat perbuatannya itu, pelaku dijerat pasal 372 junto pasal 378 tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman empat tahun.

(radarsukabumi/wdy/t)

Feeds