SK Gerindra Marwan – Adjo ‘Diganti’ ?

ilustrasi

ilustrasi

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Kabar deklarasi sekaligus mendaftar ke kantor komisi pemilihan umum (KPU) pasangan Marwan Hamami dan Adjo Sardjono ternyata menimbulkan banyak reaksi. Bagaimana tidak, dengan koalisi yang melibatkan lima partai yang ada di Kabupaten Sukabumi membuat sebagian pihak keberatan. Salah satunya pihak Novian Abdurahman yang mengklaim bahwa surat keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang jatuh kepada pasangan Marwan – Adjo akan diganti karena tidak sesuai mekanisme partai.

Kabar tersebut tentunya menjadi pertanyaan besar, bagaimana mungkin ketika SK sudah dijatuhkan kepada salah satu pasangan calon ternyata saat ini SK tersebut akan kembali dicabut dan akan diberikan kepada pasangan lain. Menurut salah seorang kader partai enggan disebutkan namanya menerangkan, saat ini saya sedang berada di DPP (Jakarta, red) dan secara jelas dan meyakinkan bahwa SK yang sudah jatuh kepada pasangan Marwan-Adjo akan diganti kepada pasangan lain yakni Novian dengan alasan SK tersebut tidak sesuai mekanisme partai. Tak hanya itu dirinya juga mengklaim bahwa SK yang sudah jatuh kepada pasangan Marwan- Ajdo itu adalah ulah oknum yang memiliki kepentingan.

“Saya ini di Jakarta, dan saya pastikan saat ini juga lobi politik kepada DPP Gerindra Msedang dilakukan, agar koalisi PKS dan Gerindra berjalan lancar,” klaimnya.

Sementara itu kabar tersebut ternyata sudah diterima oleh kalangan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), saat dilakukan konfirmasi kepada ketua PKS yang juga bakal calon di pilkada serentak 2015 mendatang, dirinya membenarkan keadaan tersebut.

“Ya kata orang Gerindra yang saat ini ada di DPP pusat SK yang sudah turun akan diganti,” jelas Totong kepada Radar Sukabumi, MINGGU (26/7).

Menurutnya, informasi yang diterima SK itu dicabut dan digantikan kepada Novian. Sementara itu saat ditanya PKS arah saat ini ke mana, dirinya menegaskan bahwa ketika Tuhan masih mengizinkan untuk mencalonkan diri kenapa tidak bisa. Karena saat ini masih tersisa tiga partai yang masih ada pertama PKS itu sendiri, Hanura dan NasDem. “Saya akan maju dengan partai tersisa Nini, mudah-mudahan Allah memudahkan jalannya, terangnya. (hnd)

Feeds