Masih Ada Kesempatan untuk Tiga Paslon

KPU

KPU

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Pengamat Politik dari Kalangan Akademisi Asep Deni menegaskan bahwa potensi tiga pasangan calon (paslon) masih ada kesempatan selama partai yang tersisa melakukan konsolidasi yang kuat. Betapa tidak, PKS, Hanura dan NasDem sangat cukup untuk mengantarkan satu pasangan lagi maju di pilkada serentak 2015 mendatang. Menurutnya, dengan sudah terlihat jelas antara pasangan yang ada yakni Marwan- Adjo yang berangkat dari Partai Golkar, Demokrat, Gerindra, PPP dan PKB dan paslon Akhmad Jajuli-Iman yang berangkat dari PDI Perjuangan dan PAN yang tersisa tinggal tiga partai itu.

“Kalau PKS bisa meraih kedua partai yakin tiga pasangan akan tercipta di Pilkada Kabupaten Sukabumi,” dilansir kepada Radar Sukabumi.

Namun, dirinya memprediksi hal lain ketika ketiga partai yang tersisa tidak sepakat ada kemungkinan dua pasangan yang ada yang maju. Jika melihat peta politik yang ada tiga partai tersebut bisa pecah kepada kedua pasangan yang sudah deklarasi.

“Kalau PKS gak sepakat dengan partai tersisa mau tidak mau harus merapat ke kubu Marwan-Adjo dan sementara untuk Hanura dan NasDem melihat kondisi koalisi di pusat ya harus ke pasangan Jajuli-Iman,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, kedua paslon yang sudah jelas memang konsolidasi, komunikasi dan chemistry sudah dapat. Makanya mereka yakin untuk maju dan mendaftar ke KPU, meski demikian perubahan-perubahan masih akan terjadi, karena di politik sesuatu yang tidak mungkin akan terjadi.

“Kalau masih bisa diubah dan ada perubahan di politik biasa terjadi,” bebernya.

Saat ditanya soal harapan secara pribadi terhadap pilkada 2015 mendatang berapa calon dirinya mengatakan, dua pasangan akan lebih tajam terjadinya gesekan karena kondisi yang cuma dua tentunya keduanya akan konsentrasi, maka dari itu dirinya mengatakan bahwa tiga pasangan lebih bagus ketimbang dua pasangan.

“Ya saya secara pribadi mengharapkan akan terjadi bisa menjadi tiga pasangan, warnanya lebih dapat. Selain itu juga potensi konfliknya relatif bisa dibendung,” tukasnya. (hnd)

Feeds