Enam Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

ILUSTRASI

ILUSTRASI

POJOKSATU.id, CIKOLE – Sekitar enam hektare luas lahan persawahan di Kota Sukabumi, dilaporkan terdampak musim kemarau saat ini. Kondisi tersebut dinilai Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kota Sukabumi tidak bisa ditoleransi, lantaran pasokan air yang kurang.

“Dari laporan yang kami terima, sedikitnya terdapat enam hektare lahan sawah tadah hujan yang terdampak musim kekeringan. Kondisi tersebut tak bisa kami toleransi akibat musim kemarau saat ini,” kata Kepala DPPKP Kota Sukabumi, Kardina Karsoedi kepada Radar Sukabumi, minggu (26/7).

DPPKP sudah mengimbau para petani untuk mengantisipasi potensi terjadinya ancaman kekeringan. Utamanya ancaman di lahan-lahan persawahan yang membutuhkan banyak pasokan air.

“Kami sudah menyarankan kepada para petani untuk tidak menanam komoditas yang membutuhkan air banyak saat musim kemarau saat ini. Kalaupun ada petani yang sudah menanam, kami ingatkan agar melakukan pemompaan di air permukaan,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris DPPKP Kota Sukabumi, Ate Rahmat menambahkan, luasan areal persawahan yang terdampak musim kekeringan diprediksi hanya sekitar 5 persen.

“Relatif kecil sih lahan sawah yang berpotensi terdampak musim kemarau. Kami perkirakan sekitar 5 persen dari luas lahan sawah di Kota Sukabumi sebanyak 1.300 hektare,” katanya, belum lama ini.

Meskipun begitu, lanjutnya, upaya antisipasi terjadinya kekeringan sudah mulai disiapkan sejak memasuki musim kemarau. Termasuk memberikan sosialisasi kepada para petani melalui kelompokkelompok tani menyangkut upaya-upaya penanganan kekeringan.

“Antisipasi tentunya kami lakukan karena musim kemarau itu kan seperti rutin terjadisetiap tahun. Dengan adanya upaya sosialisasi itu, makan timbul sinergitas dalam melakukan upayaupaya pencegahan dan penanganan kekeringan,” bebernya.

Tahun ini, DPPKP Kota Sukabumi mendapatkan bantuan alat pompa sedot dari Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut sudah disalurkan ke kelompok tani yang sudah melalui proses verifikasi. “Tahun ini kami mendapatkan tiga unit bantuan alat pompa sedot. Jadi sampai saat ini kita sudah memiliki lima unit alat pompa sedot,” terangnya. (bal)

Feeds