Buruh Ancam Segel Perusahaan

UNJUK RASA : Ratusan buruh PT Icon Garmindo mengaadu ke DPRD Cianjur karena hak normatifnya tak dipenuhu. Foto : Guruh/Pojoksatu.id

Ilustrasi

POJOKSATU.id,-SUKABUMI – Idul Fitri tinggal dua hari lagi, namun tunjangan hari raya (THR) dan gaji karyawan PT Pandu Dewa Nata hingga hari ini belum juga dibagikan. Para buruh pun meradang dan mendemo manajemen perusahaan yang berada di Kampung Angkrong Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Selasa (14/7).

Pantauan Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu.id), dalam aksi itu, sempat terjadi adu pukul antara petugas ke-amanan dari Polres Sukabumi dengan para karyawan saat para karyawan ini mendesak masuk ke gedung manajemen perusahaan. Pihak kepolisian khawatir para buruh berbuat anarki di dalam gedung.Merasa kesal lantaran dihalangi petugas kepolisian masuk gedung manajemen, para buruh pun meluapkan emosinya di area perusahaan dengan membakar ban dan limbah pabrik. Tak hanya itu, sebuah mobil boks milik perusahaan pun tak luput dari amukan demonstran. Mereka merusak kaca mobil, dan berusaha menggulingkannya.

Lagi-lagi, polisi pun kembali turun tangan menenangkan massa.Karena massa begitu marah, tak tanggung, Kapolres Sukabumi beserta Kasat lainnya turun tangan. Namun, saat Kapolres Sukabumi, AKBP M Ridwan menyampaikan arahan, para buruh ini terkesan tak mendengarnya. Bahkan se-sekali terdengar riakan buruh, yang menyatakan kepolisian tidak mengerti kebutuhan dan kepentingan para buruh.

Amarah para buruh ini cukup beralasan, gaji Juni lalu, pihak perusahaan hanya membayar sebanyak Rp 1 juta dari UMK dan THR juga belum diberikan. Didorong kebutuhan itu, para buruh yang didominasi kaum hawa itu geram. Bahkan mereka mengancam akan menyegel seluruh aset peru-sahaan jika hak mereka tidak diberikan besok (hari ini, red).

“Gaji kemarin hanya dibayar setengahnya, sekarang THR juga belum diberikan. Ini jelas perusahaan sudah melakukan pelanggaran. Kami akan segel perusahaan ini jika besok (hari ini, red) semua gaji dan THR belum juga diberikan,” ancam salah seorang perwakilan buruh, Yayan Adiya Putera.

Menurut Yayan, tersendatnya pembayaran gaji karyawan PT Pandu sudah berlangsung selama tiga bulan. Pihak perusahaan selalu membayar gaji karyawan tidak full. Terlebih lagi dengan THR. Saat perusahaan lain sudah mencairkan, PT Pandu selalu mengundur-ngundur. Padahal, para buruh yang mayoritas sudah berkeluarga ini tengah membutuhkan uang tersebut untuk kepentingan lebaran.

“Kami ini butuh uang, dan itu adalah hak kami. Po-koknya, kalau tidak dibayar, pasti akan kami ambil dan segel seluruh aset perusahaan ini,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi, AKBP M Ridwan menambahkan, setelah pi-haknya melakukan mediasi, disepakatilah bahwa peru-sahaan akan membayarkan THR 100 persen pada Rabu (15/7), sementara sisa gaji akan dibayarkan pada 31 Juli mendatang.

“Tadi sudah kita mediasi, besok pembayaran-nya dan akan dilunasi oleh pihak perusahaan THR-nya dulu. Sementara gajinya, pada 31 mendatang,” bebernya.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, keterlambatan pembayaran ini dikarena-kan adanya persoalan pada manajemen perusahaan. Dam-paknya, pembayaran baik gaji maupun THR kepada karyawan tertunda.

“Persoalan manajemen ini, pokoknya perusahaan besok (hari ini, red) harus membayar semuanya sesuai dengan kesepakatan,” tandasnya.

Hingga berita ini ditulis, tak ada satu pun pihak perusahaan uang mau mem-berikan tanggapan kepada awak media terkait persoalan tersebut. (ren/dep)

Feeds

BES-2019

Tak Banyak Tokoh Penting BES 2019

upati Bogor nampak lesu saat membuka Borderline Economic Summit (BES) 2019 di Hotel Royal Tulip, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (12/12/19).