Bendera RI di DPRD Berkibar Terbalik

SAKRAL : Sejumlah aktivis HMI Komisariat STISIP WPM dibantu Kasat Intelkam Polres Sukabumi, Dadang dan kanit Lantas Polsek Palabuhanratu, Ipda Nandang memperbaiki hingga mengibarkan kembali bendera merah putih yang sebelumnya berkibar terbalik.

SAKRAL : Sejumlah aktivis HMI Komisariat STISIP WPM dibantu Kasat Intelkam Polres Sukabumi, Dadang dan kanit Lantas Polsek Palabuhanratu, Ipda Nandang memperbaiki hingga mengibarkan kembali bendera merah putih yang sebelumnya berkibar terbalik.

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Sang Saka Merah Putih merupakan bendera kebanggaan bangsa Indonesia. Selayaknya bendera hasil jaitan istri Presiden RI Pertama Sukarno, Fatmawati itu berkibar berwarna merah putih dengan susunan warna merah di atas dan putih di bawah.

Namun,ada pemandangan berbeda di Kantor DPRD Kabupaten Suka bumi, Jalan Jenderal Sudirman,Perkantoran Jajaway, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Selasa (14/7).

Bendera yang terlihat kurang terawat itu berkibar berhari-hari terbalik alias putih merah. Kondisi itu menjadi perhatian para aparat keamanan terlebih Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Widya Puri Mandiri (STISIP WPM) Palabuhanratu yang sedang melakukan aksi unjuk rasa di halaman Gedung DPRD.

Setelah berorasi menyam-paikan penolakan Laporan Keterangan Pertanggung-jawaban (LKPJ) Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, mereka langsung berbalik badan dan meminta agar pihak DPRD untuk memperbaikinya. Tidak hanya itu, aktivis hijau hitam itu juga langsung memperbaiki kondisi kesalahan berkibarnya bendera kebangsaan rakyat Indonesia. tak ada pelarangan dari aparat keamanan. Malah, perbaikannya pun dibantu oleh Kasat Intel Polres Sukabumi, Dadang dan Kanit Lantas Polsek Palabuhanratu Polres Sukabumi, Ipda Nandang dan satu orang pihak DPRD.

Pengibaran bendera pun dilengkapi dengan lagu kebangsaan Indonesia raya dan penghormatan kepadasang saka merah putih.

Ketua Umum HMI Komisariat STISIP WPM Palabuhanratu, Yanggi mengatakan, aksi pembenahan bendera tersebut merupakan aksi spontanitas. Sebelumnya, pihaknya tidak mengetahui adanya kesalahan berkibarnya bendera sakral tersebut.

“Setelah kita mengetahui ada kesalahan berkibarnya bendera, kita meminta agar pihak DPRD memperbaikinya. Sekaligus sebagai penghormatan kita sebagai rakyat Indonesia kepada hasil perjuangan para pendahulu, kita juga ikut serta menurunkan dan menaikan bendara untuk memperbai-kinya,” tutur Yanggi.

Dengan kelalayan seperti itu, dirinya mengaku prihatin atas kinerja DPRD maupun Sekretariat DPRD (Setwan). Terlebih kondisi salahnya berkibar bendera merah putih menjadi putih merah itu sudah berlangsung lama.

“Kalau bendera ini sering diperhatikan, tidak mungkin ada kesalahan seperti ini. Meskipun alasannya kancing benderanya lepas. Kan bisa langsung diperbaiki,” tuturnya.

Orator Aksi HMI Komisariat STISIP WPM, Dede Heri menyebutkan, alasan pihaknya menyampaikan penolakan LKPJ tersebut lantaran masih banyaknya kinerja pemerintahan yang belum selesai. Baik dari pelayanan publik di bidang kesehatan, pendidikan maupun lingkungan hidup.

“Kami juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah. Menjelang lebaran ini, infrastruktur jalan utama sudah mulus,” kritiknya.

Wakil Bupati Sukabumi, Akhmad Jajuli yang melihat langsung aksi para aktivis tersebut juga menyampaikan keprihatinannya. Ia juga berharap, kesalahan tersebut tidakterulang kembali.

“Ini kan bendera sakral.Mudah-mudahan kedepan tidak terjadi lagi,” singkatnya.(ryl/dep)

Feeds