Harga Daging Sapi Menggila

 Para konsumen diminta mewaspadai beredarnya daging bercampur obat terlarang.

Ilustrasi

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Seperti diprediksi sebelumnya, harga daging sapi terus naik menjelang Lebaran. Di Aceh, daging sapi sudah mencapai Rp 150 ribu per kilogram, di Medan Rp 120 ribu per kilogram, dan Banten Rp 125 ribu per kilogram, di Sukabumi Rp 100 ribu per kilogram dan diperkirakan akan terus merangkak naik.

Selanjutnya, di Pasar Cicaheum Bandung harga daging sapi naik menjadi Rp 120 ribu per kilogram, di Surabaya Rp 100 ribu per kilogram, Kalimantan Tengah Rp 110 ribu per kilogram, dan Makasar sekitar Rp 90.000 per kilogram. Kenaikan ini terjadi di seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Heri Gunawan (Hergun) mendesak pemerintah jangan diam saja melihat pergerakan harga daging sapi yang sudah gila-gilaan itu.

“Harus ada langkah konkret yang solutif. Mengapa? Karena daging sapi termasuk barang kebutuhan pokok yang harus tersedia sebagaimana amanat UU No. 17 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Perpres tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting,” tegas Hergun.

Jika terus dibiarkan, masih kata Hergun, maka kenaikan harga daging pasti akan memicu inflasi yang tinggi karena alokasinya mendorong pengeluaran rumah tangga yang tinggi.

“Jika pemerintah sampai lengah, saya khawatir harga daging sapi akan lebih ‘gila-gilaan’ karena permintaan terus naik. Sebagaimana prediksi yang ada, puncak kenaikan harga akan terjadi di minggu terakhir jelang Lebaran,” ungkapnya.

Dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga daging sapi tersebut, saya meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Pertanian (Kementan), dan institusi terkait lainnya, untuk melakukan langkah-langkah pengendalian.

“Kemendag harus memastikan ketersediaan stok dan logistik daging sapi, dalam posisi aman,” tuturnya.

Sebab, tingkat keamanan stok ini sangat penting untuk menjaga kegiatan perdagangan nasional. “Jangan sampai gangguan pasokan daging sapi berdampak pada terganggunya kegiatan perdagangan,” akunya.

Masih kata Hergun, Kemendag harus menjaga kondisi harga tetap di bawah harga acuan.

“Kemendag wajib lakukan intervensi jika harga sudah di atas harga acuan yang ditetapkan,” pungkasnya. (*/sri/dep)

Feeds

terminal-sementara-Kota-Depok

Kota Depok Belum Batasi Angkutan Umum

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengeluarkan rekomendasi untuk membatasi penggunaan transportasi atau angkutan umum di wilayah Jabodetabek.