Optimalkan Penyuluhan HIV/AIDS di Sekolah

kOMISI-PENANGGULANGAN-AIDS

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di kalangan pelajar, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) akan mengoptimalkan penyuluhan terutama di sekolah-sekolah pada tahun ajaran baru mendatang.

Penyuluhan tersebut akan dilakukan dengan berbagai langkah mulai dari pendidikan sebaya, pelatihan pencegahan dan penanggulangan dengan membentuk Pelajar Peduli HIV/AIDS di setiap sekolah. Pelajar Peduli HIV/AIDS Kota Sukabumi yang sudah dibentuk beberapa waktu lalu terdiri dari siswa-siswi yang tergabung dari beberapa sekolah di Kota Sukabumi.

Pengelola Program KPA Kota Sukabumi, Yanti Rosdiana menjelaskan penyuluhan HIV/AIDS sangat penting diberikan di kalangan remaja khususnya pelajar. Karena pelajar lebih rentan terhadap pengaruh negatif, seperti narkoba, pergaulan bebas dan lainnya.

“Sebagai upaya pencegahan HIV/AIDS di kalangan pelajar akan segera dilakukan, jangan sampai remaja terjerumus. Untuk pencegahan tersebut, Pokja PMTS KPA Kota Sukabumi secara optimalisasi akan memberikan penyuluhan dan pelatihan di setiap sekolah,” jelas Yanti.

Dikatakan Yanti, melalui penyuluhan dan pelatihan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, para siwa tentunya diharapkan mengetahui dan memahami, juga dapat menyampaikan kembali kepada rekan-rekan sebayanya dengan cara mereka sendiri bagaimana menjelaskan kepada rekannya.

Lebih lanjut Yanti menyatakan, Pokja PMTS KPA Kota Sukabumi telah mendorong terbit aturan lokal pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di kawasan hotspot populasi kunci. Aturan ini diharapkan dapat dijalankan sesuai program dan dengan mudah dapat dimonitor, yakni peraturan yang mengatur kawasan yang rentan terhadap penularan virus yang mematikan.

Tentunya hal ini dapat mempermudah pemangku kepentingan menjalankan tugas sesuai tanggung jawab dan memastikan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan berjalan sesuai regulasi yang diharapkan.

“Agar regulasi aturan lokal terbit optimal, haruslah dirumuskan bersama-sama dengan stakeholder atau pemangku kepentingan dengan melibatkan populasi kunci di kawasan pokja lokasi,” tuturnya.

Saat ini, KPA Kota Sukabumi memiliki tiga pokja lokasi di populasi kunci, yakni di Lapang Merdeka, Nyomplong dan Stasiun Timur. Sementara itu, Koordinator Pokja Lokasi Nyomplong, Riri Supratman menambahkan, pokja lokasi Nyomplong sudah memiliki aturan lokal terkait keberadaan populasi kunci di wilayahnya. Aturan lokal tersebut berlaku untuk populasi kunci di wilayahnya seperti WPS, waria, LSL dan HRM yang berisiko tinggi.

“Aturan lokal tersebut sudah berjalan sejak enam bulan yang lalu, dan sangat efektif dapat meminimalisir penularan HIV dan AIDS, serta mendukung program penularan melalui transmisi seksual,” jelasnya.

Riri menjelaskan salah satu aturan lokal yang ada pada wilayahnya mengatur terkait perubahan perilaku pada populasi kunci yang memiliki risiko tinggi terhadap penularan HIV dan AIDS. (wdy/dep)

Feeds