HIV/AIDS Bakal Miliki Payung Hukum

kOMISI-PENANGGULANGAN-AIDS

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Dalam memerangi bahaya dan penanggulangan penyebaran HIV/AIDS, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi senang bukan kepalang karena akan ada payung hukum soal penanggulangan penyakit mematikan tersebut di Kota Sukabumi.

Payung hukum ini berbentuk Peraturan Daerah (perda) tentang Penanggulangan HIV/AIDS yang direncanakan akan dibahas pada tahun ini di DPRD Kota Sukabumi. Raperda ini sudah masuk dalam daftar program legislasi daerah (prolegda) 2015 dan akan dibahas tahun ini.

“Akhirnya, pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS ini dipayungi hukum dengan akan dibuatkannya perda terkait hal tersebut. Jelas kami sangat senang, karena masalah ini tidak bisa dibiarkan begitu saja tanpa adanya payung hukum,” kata Sekretaris KPA Kota Sukabumi, Fifi Kusumajaya.

Menurut Fifi, upaya menyusun perda ini akan diupayakan oleh berbagai pihak termasuk dengan dukungan dan bantuan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang kesehatan, khususnya dengan program penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS.

“Wacana ini sudah mengemuka sejak tahun lalu dan terus diperjuangkan oleh beberapa pihak, termasuk beberapa kali mengadakan audiensi dengan DPRD Kota Sukabumi sebagai lembaga legislasi,” kata Fifi.

Fifi menjelaskan pada 25 Juni mendatang, tim penyusun raperda penanggulangan HIV/AIDS Kota Sukabumi akan menyerahkan drafnya kepada Walikota Sukabumi, untuk selanjutnya dibahas oleh Tim Hukum Setda Kota Sukabumi. Untuk penyerahan draf perda ini, rencananya instansi yang menjadi leading sector perda penanggulangan HIV dan AIDS Kota Sukabumi yakni Dinas Kesehatan Kota Sukabumi.

“Dinas Kesehatan telah siap sebagai lembaga pengaju raperda ini, kendati ada banyak pihak atau instansi yang sebenarnya mempunyai tanggung jawab untuk menanggulangi dan mencegah HIV/AIDS,” tutur Fifi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Harlina Mulyawati yang didampingi Kasi Pengendalian Penyakit P2PL Dinas Kesehatan, Irma Agristina, menambahkan, tim penyusun draf raperda penanggulangan HIV/AIDS memiliki waktu hanya lima hari ke depan untuk mematangkan isi drafnya, dan harus segera diserahkan ke Tim Pembahasan Perda di bagian Hukum Setda Kota Sukabumi.

Sehingga, secara maraton Tim Raperda yang dikomandoi KPA terus bekerja keras menyelesaikan dan menyempurnakannya, sebelum diserahkan kepada Pemda Kota Sukabumi, yakni Walikota.

“Ini dilakukan sebagai komitmen kami untuk menanggulangi dan mencegah virus ini di Kota Sukaumi,” kata Harlina.

Sementara, tim yang membahas draf ini terdiri dari Perwakilan KPA, Dinkes, Pokja KPA, RS Syamsudin SH dan RSI Assyifa, Bappeda, Dinsos, BPMPKB, LSM, Polres Sukabumi Kota, WPA, PKM Sukabumi dan Selabatu, UDD PMI serta diperkuat oleh Tim Hukum dari UMMI Kota Sukabumi.

“Tim ini sudah bekerja, dan tinggal menyempurnakan isi raperdanya sebelum diserahkan kepada Walikota melalui Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi. Hari Rabu besok terakhir untuk penyerahan drafnya.” pungkasnya.(wdy/dep)

Feeds