Walikota Tegur Pengelola Supermall

TINJAU: Walikota Sukabumi, M Muraz saat memantau ke areal parkir Supermall, beberapa waktu lalu. Foto:ikbal/radarsukabumi.

TINJAU: Walikota Sukabumi, M Muraz saat memantau ke areal parkir Supermall, beberapa waktu lalu. Foto:ikbal/radarsukabumi.

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Jelang Ramadan, kemacetan yang sering terjadi di sepanjang ruas Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi terutama di sekitar area Supermal akan semakin tinggi. Oleh karena itu, Walikota Sukabumi, M Muraz menyoroti parkiran Supermall yang bisa menjadi dampak kemacetan tersebut. Dirinya meminta Supermall berbenah untuk mengatur jalur parkir. “Dari pantauan saya, harusnya ada langkah antisipasi agar kendaraan yang masuk dan keluar dari area parkir Supermall tidak tertumpuk pada satu titik,” ujarnya kepada Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu.id), kemarin (31/5).

Muraz menginginkan pengelola Supermall membuka dua pintu berbeda, untuk masuk dan keluar kendaraan yang masuk di area parkir. Pasalnya, Jalan A Yani yang dijadikan satu-satunya akses jalan masuk dan keluar meningkatkan arus kendaraan yang melintas di kawasan tersebut. Sehingga, harus diambil langkah alternatif penataannya. “Seharusnya pintu jalan keluar masuk ke Jalan Balai Desa bisa menjadi alternatifnya,” ungkapnya.

Muraz menambahkan, keinginannya tersebut sesuai dengan pengajuan izin pembukaan lahan parkir tersebut. Namun, pihak pengelola gedung belum bisa merealisasikan karena adanya penolakan dari warga di sepanjang Jalan Balai Desa. “Memang Jalan Balai Desa ada hak masyarakat juga, nah pihak pengelola harus bisa melakukan pendekatan dengan warga sekitar. Makanya keinginan warga seperti apa, pihak Supermall harus bisa membantunya,” pintanya.
Tak hanya itu, Muraz menegur pihak Supermall agar kondisi parkiran tidak kumuh. Dirinya meminta secepat mungkin untuk diperbaiki menggunakan paving block agar masyarakat juga merasa nyaman jika parkir di aera tersebut. “Melihat kondisi terlihat kumuh bukan seperti di mall, kalau bagus kan keuntungan pihak Supermall sendiri,” tutur orang nomor satu di Kota Sukabumi ini.
Sementara itu, Manajer Supermall, Herwan Setiawan menjelaskan, keinginan pihak pemerintah sama dengan pihak pengelola. Namun, warga tidak mengizinkan lingkungan mereka dijadikan akses keluar kendaraan dari area parkir, pihak manajemen juga tidak bisa berbuat banyak. “Kami juga ingin pintu keluar itu di Jalan Balai Desa dan langsung ke Jalan Zaenal Jakse. Akan tetapi, warga khawatir karena banyak anak-anak jadi meminta untuk dipertimbangkan,” katanya.
Herwan berharap, Pemerintah Kota Sukabumi bisa menjadi fasilitator untuk pertemuan antara pengelola gedung dengan warga. Agar permasalahan kemacetan di areal Supermall bisa ada solusinya. “Namun kita kembalikan semuanya ke pihak pemerintah, kami siap saja untuk membuka jalur Balai Desa,” ujarnya.
Ditanya mengenai kondisi area parkir yang kurang nyaman kerena belum menggunakan paving block, dirinya dalam waktu dekat ini akan mencoba untuk memperbaikinya. “Sebelum puasa, kami akan perbaiki agar terlihat rapi,” tuturnya. (bal/dep)

Feeds