Wuih, Pria Ini Borong 3 Kuintal Bahan Batu Akik

SAMBILAN: Anggota Armed Cipanas Serma Abdul Haris buka Galeri Batu Akik disela-sela bekerja.

Ilustrasi

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Meriahnya suasana Pameran Batu Akik Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu.id) selama sepekan terakhir ini, membuat banyak kalangan dari berbagai daerah berbondong-bondong memburunya.

Kemarin (6/5), kedatangan pengunjung asal Tangerang bernama Ferry Ferdinand sempat menggegerkan pameran yang diselenggarakan di Gedung Graha Pena Lantai I Radar Sukabumi, Jalan Selabintana KM 3,5 Panjalu, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi. Pantas saja, pria 45 tahun ini berani menginvestasikan uangnya sebesar Rp 150 juta, dengan memborong 3 kuintal bahan batu akik yang nantinya akan dicetak menjadi 6 ribu batu akik siap jual.

“Bisnis ini sangat menjanjikan,” kata Ferry, pemborong berdarah Tionghoa ini.
Ia yang mulanya hanya menjadi penggemar, mencoba peruntungan dengan menjual batu akik secara online lewat internet hingga lama-kelamaan Ia pun serius menjalankan bisnis di bidang ini.

“Bisnis itu adalah seni. Jadi kalau kita memang ingin terjun dalam dunia bisnis, harus peka melihat market,” ujarnya.

Kalau Ia analisa, bisnis batu akik tersebut akan bertahan lama dan semakin menjanjikan. “Jadi saya tidak ragu lagi,” akunya.

Meski terkadang tren batu akik ini acap kali disebut musiman, tapi pria yang memakai kaos singlet warna orange itu yakin kalau seorang pengusaha mau berinovasi, segala sesuatunya diperhitungkan dengan matang.

“Saya hampir mengekspor batu akik ini hingga ke Brazil, tapi tidak jadi. Karena ada persoalan politik luar negeri yang melarang warga Brazil melakukan hubungan dagang dengan Indonesia,” ungkap Ferry yang juga owner Perijap Gemstones ini.

Sementara itu, Syarief Hidayatullah (40) yang menjadi partner bisnis Ferry berharap, agar bisnis yang dijalinnya selama ini bisa tetap konsisten dan berkelanjutan.

“Transaksi yang tidak sedikit memang. Ferry memesan batu akik sebanyak 6 ribu buah, terdiri dari batu spirtus, raflessia, red baron, solar, junjung drajat, lavender/kecubung, dan beberapa jenis lain yang total keseluruhannya mencapai 3 kuintal (300 kilogram),” paparnya.

Proses pemolesan hingga finishing batu akik ini memakan waktu hingga 20 hari. “Demi kepuasan pelanggan, tetap kita layani dengan baik di tengah kesibukan pameran ini. Di samping itu, saya berterima kasih atas transaksi yang sudah dilakukan. Semoga kami bisa tetap menjalin ikatan partner bisnis ini secara berkelanjutan,” harapnya. (cr6/dep)

Feeds