Sistem Online Bingungkan Pencaker

online-recruiting-keyboard

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Sistem online yang disarankan anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi dalam perekrutan tenaga kerja di PT Gold Star Indonesia (GSI) Cikembar, dinilai tidak akan efektif. Selain membingungkan para pencari kerja (Pencaker), praktik pungutan liar (Pungli) diyakini tidak akan hilang. Tapi justru sistem online diduga akan lebih menutupi aksi praktik pungli tersebut.

“Kami nilai sistem itu kurang efektif, tidak akan dapat menekan praktik pungli di GSI,” tegas Wakil Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Sukabumi, Elan Suparlan kepada Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu.id), kemarin (6/5).

Jika sistem itu diterapkan dengan tujuan menekan aksi pungli di pabrik sepatu tersebut, maka lanjut Elan, akan mempersulit para pencaker itu sendiri. Karena, selain harus melakukan registrasi secara online, para pencaker juga harus melengkapi administrasi lamaran pekerjaan.

“Mempersiapkan persyaratan lamaran kerja juga sudah kerepotan, apalagi harus register secara online. Ini jelas mempersulit masyarakat,” bebernya.

Elan menambahkan, ada cara lain yang bisa dilakukan oleh pihak terkait dalam upaya menekan praktik pungli tersebut, salah satunya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi bekerja sama dengan pemerintah tingkat desa hingga kecamatan mengakomodir para pencaker. Di situ baru persyaratan yang ditetapkan pihak perusahaan disosialisasikan secara intensif kepada masyarakat.

“Nanti masyarakat memberikan syarat lamarannya via kantor pos. Saat ada pemanggilan, pihak Disnakertrans bisa melakukan pendampingan,” jelasnya.

Elan menjelaskan, adanya praktik pungli yang saat ini masih berlangsung disebabkan lemahnya pengawasan dari pihak pemerintah. Pemda dalam dalam hal ini Disnakertrans, hanya mengandalkan sistem menunggu bola, bukan jemput bola.

“Sudah banyak yang mengeluhkan adanya praktik pungli ini, tapi mereka (Disnakertrans, red) masih saja pasif. Menunggu laporan dari masyarakat sudah bukan zaman lagi, sekarang harus jemput bola. Pemda harusnya peka,” tandasnya dengan nada kesal.

Hal ysenada juga disampaikan Pemerhati Kebijakan Publik Sukabumi, Asep Deni. Kendati dinilai kurang efektif sistem online, namun, ada sisi positif yang dihasilkan dari sistem tersebut. Salah satunya, sistem online memberikan kesempatan yang sama bagi masyarakat untuk bergabung dan bekerja di perusahaan tersebut.

“Secara tidak langsung juga akan menghindari calo, dan mengetahui kuota lowongan pekerjaan. Namun, sistem ini tidak dapat menjamin praktik pungli ini akan hilang,” timpalnya. (ren/dep)

Feeds

Ngelem

Miris, Masih SD Sudah Ngelem

Tiga bocah yang masih berstatus pelajar salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Cugenang, tertangkap basah sedang asyik menggelar pesta …