Warga Eks Korban Bencana Buka Akses

LONGSOR: Danramil Campaka, Kapten Yayan tinjau ke lokasi longsor tebing di Kecamatan Campaka.

Ilustrasi

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Tak kunjung juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi, warga eks bencana alam yang tinggal di Kampung Babakanbaru RT 04 dan 05/02 Desa/Kecamatan Warungkiara terpaksa secara swadaya membuka akses jalan, kemarin (5/5). Lantaran, masih banyak material yang belum ada, mereka pun mendesak Pemkab Sukabumi untuk turun tangan membantunya.

Informasi yang dihimpun, sejak Pemkab merelokasi korban longsor, pada 2001 lalu, hingga kini mereka belum memiliki akses jalan kendaraan roda empat. Masyarakat Kampungbaru itu didominasi para petani. Mereka kerap kebingungan lantaran sulitnya membawa hasil pertanian.

“Selama dipindahkan oleh pemerintah, kami tidak punya akses jalan mobil. Masyarakat petani sulit kalau mau membawa hasil pertaniannya ke pasar,” ujar Ketua RT 04/02, Cece Aliyudin kepada Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu.id).

Selama ini, pihaknya sudah menyampaikan yang menjadi kebutuhan pembuatan akses jalan itu kepada pemerintah baik tingkat desa maupun kecamatan. Namun, hingga kini belum juga mendapatkan tanggapan positif.

“Jangankan bantuan, datang melihat secara langsung pun tak pernah. Sehingga, tak heran jika masyarakat kampung dua ke-RT-an ini merasa dianaktirikan,” kesalnya.

Karena merasa keterbatasan anggaran, Cece menyebutkan, masyarakat tidak bisa berbuat banyak lagi. Jangankan untuk pengerasan jalan, untuk gorong-gorong pun masyarakat mengaku sudah kewalahan. Bahkan, untuk membuka akses jalan saja masyarakat harus menyisihkan penghasilannya dari hasil bertani.

“Kami berharap pemerintah bisa turun tangan membantu pembangunan jalan ini. Karena ini tentunya untuk memperlancar kegiatan masyarakat sehari-hari,” tandasnya seraya berharap.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Sukabumi, Adjo Sardjono berjanji akan segera melihat kondisi jalan yang telah dibuka oleh masyarakat secara swadaya tersebut. Dirinya memahami kondisi masyarakat yang tidak memiliki akses jalan.

“Insya Allah minggu depan saya akan lihat langsung. Ini tentunya demi kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat,” singkatnya. (ren/dep)

Feeds

Ngelem

Miris, Masih SD Sudah Ngelem

Tiga bocah yang masih berstatus pelajar salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Cugenang, tertangkap basah sedang asyik menggelar pesta …