Tak Ada Ampun bagi Pelaku Parkir Liar

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Kembali maraknya parkir liar, membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi naik darah. Setelah sebelumnya selama dua bulan melakukan sosialisasi dan penindakan bagi para pengendara membandel, ternyata tak memberikan efek jera. Terbukti masih banyaknya pengendara baik roda dua dan empat masih memarkirkan kendaraannya di tempat yang bukan semestinya.

Melihat kondisi tersebut, Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Lutfi Arif mengancam akan melakukan penindakan secara rutin. “Sebelumnya kita sudah melakukan sosialisasi selama kurang lebih dua bulan dan kita pun sudah jelas memasang plang bertuliskan ‘Dilarang Parkir’. Tetapi masih ada juga yang melanggar,” terangnya kepada Radar Sukabumi, kemarin (5/5).

Rencananya, hari ini (6/5) Dishub akan kembali melakukan penindakan gembok roda di kawasan Jalan Ahmad Yani. Kali ini, pihaknya tidak akan memberi ampun bagi kendaraan roda dua yang masih tidak tertib berlalu lintas.

Ia menambahkan, penindakan kali ini tidak hanya akan diberlakukan untuk kendaraan roda dua saja, tetapi roda empat pun akan diberlakukan sanksi serupa. Namun, untuk sanksi roda empat ini pihaknya hanya melakukan sosialisasi saja. “Untuk motor, kami sudah lakukan sosialisasi sejak lama, jadi tidak ada toleransi lagi langsung ke penindakan. Namun untuk mobil, sementara hanya sosialisasi saja, belum ada penindakan,” imbuhnya.

Adapun kawasan yang akan menjadi titik sorotan Dishub adalah wilayah Jalan Ahmad Yani, Jalan Alun-alun dan kawasan pusat Kota lainnya. Lutfi berharap, masyarakat bisa memahami tentang peraturan tersebut dan tidak lagi melanggar untuk memarkirkan kendaraannya sembarangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, kurangnya pengawasan terhadap parkir liar di kawasan Jalan A Yani berdampak pada kembali maraknya parkir liar yang dilakukan sejumlah pengendara. Meski sudah diterapkan rambu lalu lintas berupa plang bertuliskan “Dilarang Parkir”, namun hal tersebut tidak digubris oleh masyarakat.

Seperti salah satunya pengendara asal Kecamatan Baros, Agus, yang sengaja memarkirkan motornya di kawasan Jalan Ahmad Yani. Agus berkilah, tak mengetahui adanya peraturan tersebut. “Enggak tahu saya mbak, kalau ada sanksi berupa gembok kendaraan. Lagian saya di sini cuman sebentar, kalau cari tempat parkir di sini susah,” ujar pria berusia 30 tahunan tersebut.(wdy/dep)

Feeds

Ngelem

Miris, Masih SD Sudah Ngelem

Tiga bocah yang masih berstatus pelajar salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Cugenang, tertangkap basah sedang asyik menggelar pesta …