Lumba-Lumba Terdampar di Palabuhanratu

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Seekor lumba-lumba abu-abu (Grampus griseus) ditemukan mati di Pantai Rawakalong, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kemarin (5/5).

Dari pantauan Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu.id) di lapangan, hewan mamalia ini terluka di dua bagian tubuhnya, yakni punggung dekat kepala, kulitnya terkelupas selebar 20 cm, dan di badan dekat sirip berlubang sekira 10 cm. Matinya hewan dilindungi ini menyedot perhatian penduduk dan wisatawan yang kebetulan berada di Pantai Rawakalong.

Anggota Pos TNI AL Palabuhanratu, Serma Laut Daden Heriyadi mengatakan, lumba-lumba yang telah mati itu ditemukan terdampar sekitar pukul 17.15 WIB. Diperkirakan bobotnya mencapai 65 kilogram.

“Kami mendapat laporan dari warga adanya lumba-lumba yang terdampar. Saat ke lokasi, hewan laut ini telah mati,” kata Daden Heriyadi, kemarin.

Dia menduga, kematian lumba-lumba tersebut bukan karena jaring nelayan, tetapi kemungkinan karena akan dimangsa hewan yang lebih besar. Hal itu diketahui dari jenis lukanya.

“Kemungkinan bukan karena jaring nelayan, tetapi pertarungan di laut dengan hewan yang lebih besar,” tuturnya.

Menurut Daden, lumba-lumba yang terdampar di Pantai Rawakalong ini baru kali pertama terjadi dalam keadaan mati. Untuk mengurangi bahaya akibat bangkai lumba-lumba, petugas TNI AL, Satpol Air, dan SAR akan mengubur hewan tersebut.

Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada tanda-tanda mamalia laut itu akan segera dikubur petugas. Bangkai lumba-lumba abu-abu ini masih tergeletak di bibir pantai, bahkan, menjadi tontonan masyarakat sekitar yang makin penasaran. Tak hanya orang tua, anak-anak pun seolah mendapatkan tempat hiburan yang langka dan gratis.

“Penasaran saja, makanya kami sengaja ingin melihat langsung,” singkat salah satu warga Cipatuguran, Kecamatan Palaburanratu, Kabupaten Sukabumi, Odang. (lan/dep)

Feeds

Giant-Ekspres-Bojongsari

Giant Ekspres Bojongsari Tampil Beda

Giant Ekspres Bojongsari melakukan terobosan dengan meluncurkan ‘Giant Tampil Beda’. Hal itu dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk memberikan pengalaman