Jalan Berlubang Jadi ‘Kolam Renang’

KERJA BAKTI: Warga Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung, kerja bakti membuang air yang menutupi lubang di jalan alternatif Gado-Cikopo, Senin.

Ilustrasi

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Penanganan jalan rusak di Kota Sukabumi, nampaknya menjadi PR bagi pemerintah. Bagaimana tidak, tak hanya jalan nasional saja yang setiap tahunnya mengalami kerusakan dan ketika diperbaiki tak mampu bertahan lama. Jalan kota maupun provinsi di Kota Sukabumi pun memiliki nasib serupa.

Dari pantauan Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu.id), di beberapa kawasan pinggiran kota yang seringkali dijadikan jalan alternatif, justru kurang mendapat perhatian. Salah satunya di kawasan Jalan Sarasa, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi. Sepanjang satu kilometer kawasan jalan milik Provinsi Jawa Barat tersebut, sudah memiliki lubang-lubang besar yang tak jarang menjadi ‘kolam renang’ ketika diguyur hujan.

Kondisi jalan seperti ini, tentu sangat dikeluhkan oleh warga setempat maupun pengguna jalan yang sering melalui jalan tersebut. Salah satunya Deden (20), warga setempat. Pihaknya mengeluhkan perbaikan jalan yang setengah-setengah, hingga tak jarang hal tersebut mengganggu aktivitasnya.

“Kalau hujan, airnya meluap sampai ke jalan. Kadang-kadang banjirnya sampai setinggi lutut orang dewasa. Pernah diperbaiki, tapi cuma alakadarnya. Selang satu minggu rusak lagi,” keluhnya.

Senada dengan Deden, Mamak (30), yang kediamannya masih di kawasan tersebut menuturkan kekecewaannya terhadap pemerintah karena kurang respon terhadap perbaikan jalan tersebut.

“Ini jalan perbaikannya seperti lelucon. Cuma ditambal, atau diperbaiki secara temporer. Yang sering lewat ke sini itu truk-truk besar, sedangkan kualitas jalannya di bawah standar. Otomatis cepat rusak. Segini masih mending, yang paling parah justru saat hujan, tak jarang airnya bisa sampai ke rumah saya,” bebernya. (cr6/dep)

Feeds