Dana Desa Rp 1,4 Miliar Tunggu Revisi PP

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Seluruh kepala desa di Indonesia tak terkecuali kepala desa di Kabupaten Sukabumi berharap janji politik Joko Widodo (Jokowi) yang akan menggelontorkan dana desa sebesar Rp 1,4 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) segera dicairkan. Namun, harapan itu rupanya tidak bakal terealisasi seutuhnya lantaran masih terganjal dengan aturan. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Sukabumi, Rahmat.

Menurutnya, dana desa yang seharusnya sudah mulai dicairkan per kuartal pertama di 2015 ini ternyata masih beku. “Dana desa yang bersumber dari APBN yang dulunya digembor-gemborkan nominalnya sampai Rp 1,4 miliar per desa itu belum dapat direalisasikan, bahkan hingga saat ini dananya pun belum sampai ke kas daerah, dan untuk waktunya pun belum pasti,” jelas Rahmat kepada Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu.id), kemarin (5/5).

Ia menjelaskan, belum bisa dicairkannya dana desa tersebut lantaran pemerintah masih menunggu revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa. Dalam PP tersebut tertuang bahwa dana desa cair pada April 2015.

“Kita masih menunggu kepastian revisi PP No 60 itu, makanya untuk saat ini, sampai sekarang kami belum bisa memastikan. Karena informasi yang kami terima pun masih simpang siur,” bebernya.

Namun, ia menyebutkan, pemerintah desa hanya akan mendapatkan dana penghasilan tetap (siltap). Bahkan dirinya menegaskan, dana siltap tersebut akan dicairkan dan diterima kepada haknya masing-masing.

“Sekarang kami masih memproses administrasi untuk dana siltap,” papar Rahmat.
Lalu siapa saja yang akan mendapatkan dana siltap tersebut, Rahmat menyebutkan, untuk kades akan mendapatkan Rp 3 juta, sekdes Rp 2 juta, kaur Rp 1,5 juta dan kadus juga mendapatkan Rp 1,5 juta.

“Dengan ketentuan jumlah maksimal enam kadus, apabila lebih dari enam maka anggaran yang disediakan hanya untuk enam kadus. Jadi diatur oleh pihak aparat desa,” bebernya.
Sementara itu, Kades Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Junajah Jajah Nurdiansyah mengaku senang dengan adanya perhatian pemerintah kepada aparatur desa. Namun, ia berharap, dana yang dijanjikan pemerintah Jokowi – JK agar benar-benar direalisasikan. Sehingga, dana sebesar Rp 1,4 miliar tersebut bisa membangun infrastruktur desa. Baik jalan maupun fasilitas umum lainnya.

“Kami masih berharap dana Rp 1,4 miliar itu bisa direalisasikan. Karena itu sudah menjadi konsekuensi dalam janji politik. Tetapi, kalau secara pribadi, saya merasa senang para kepala dan aparat desa lainnya mendapatkan perhatian dari pemerintah. Mudah-mudahan apa yang sudah dijanjikan dalam kampanye dulu bisa direalisasikan,” imbuhnya seraya berharap.(cr9/dep)

Feeds