9 Tahun Kerja Tak Digaji, Korban Trafficking Dipulangkan

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Kasus kejahatan perdagangan manusia (human trafficking) di Sukabumi tak pernah ada habisnya. Selain berdampak luar biasa, di antaranya menyebabkan ketahanan keluarga menjadi berantakan. Kasus yang menyeret kaum hawa ini terus meningkat dan bervariatif.

Di Kabupaten Sukabumi, misalnya. Nevi (23) yang menjadi korban human trafficking telah dipulangkan ke rumahnya di Kampung Pamoyanan Pentas Gang Jedah RT 03/05 Desa/Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, kemarin (5/5), setelah sembilan tahun dipekerjakan sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) di Johor Malaysia tanpa digaji, dan tidak diperbolehkan berinteraksi dengan masyarakat sekitar tempat dirinya bekerja.

“Pada 2006 silam, saya dibawa seorang sponsor bernama Deni, tanpa sepengetahuan orang tua saya dibawa ke Jakarta, dilanjutkan ke Tanjung Pinang ditampung selama 15 hari di sana untuk dipekerjakan sebagai PLRT,” ujar Nevi (23) kepada Radar Sukabumi, kemarin.

Setelah itu, perempuan berambut sebahu berkaos hitam yang dipadupadankan dengan jeans panjang ini diterbangkan ke Johor Malaysia, dan mendapatkan majikan bernama Encik Tan Boon Yon.

“Bekerja sembilan tahun sebagai PLRT,” imbuhnya.

Lalu bagaimana korban Bisa pulang ke Tanah Air ? Sambil mengerutkan kening, dirinya mengingat-ingat kejadian pilu yang menimpanya. Beruntung, saat itu ada orang Indonesia benama Yusup, pemilik warung gas mengantar dagangannya ke rumah majikan si korban.

“Tanpa sepengetahuan majikan, saya menceritakan keadaan yang dialami dan ingin sekali pulang ke Indonesia. Apalagi sudah sembilan tahun bekerja tanpa gaji,” paparnya yang juga mengaku Yusup membantu menyampaikan keluhannya kepada sang majikan.

Saat itu, lanjut korban, Yusup mengancam akan melaporkan majikan PLRT tersebut ke pihak berwajib, jika PLRT asal Indonesia itu tidak segera dipulangkan.

“Akhirnya, majikan memulangkan saya melalui pak Yusup. Tetapi gaji selama bekerja sembilan tahun baru diberikan sebesar Rp 3 juta, sisa gaji akan dikirim setelah tiba di Indonesia,” terang korban sambil menirukan perkataan yang disampaikan majikannya itu.(cr5/wdy/dep)

Feeds

Ngelem

Miris, Masih SD Sudah Ngelem

Tiga bocah yang masih berstatus pelajar salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Cugenang, tertangkap basah sedang asyik menggelar pesta …