12 Kelurahan Rawan Krisis Air Bersih

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Kepala Dinas Tata Ruang Perumahan dan Permukiman Kota Sukabumi, Rudi Juansyah mengatakan, sedikitnya ada 12 kelurahan di Kota Sukabumi rawan krisis air bersih. Artinya, secara kuantitas volume debit air cukup banyak, namun secara kualitas kurang memenuhi standar baku mutu konsumsi.

“Dari 12 kelurahan yang rawan krisis air bersih itu, di antaranya berada di Kelurahan Cikundul dan Karangtengah. Tapi rawan krisis air bersih ini lebih kepada kualitas, bukan kuantitas. Dalam arti debit airnya ada, tetapi kualitasnya jelek,” katanya.

Ia menambahkan, tercukupinya kuantitas air berdampak jarang terjadi kekeringan di Kota Sukabumi saat musim kemarau. Volume air masih terpantau normal saat musim kemarau, apalagi saat musim hujan. “Tingkat mengakses air bersih masyarakat Kota Sukabumi ada yang terlayani oleh PDAM, ada juga yang non-PDAM. Kalau dihitung-hitung, sebetulnya sudah mencapai 80 persen,” tambahnya.

Akses air bersih non-PDAM yang dimaksud Rudi, misalnya pembuatan instalasi pengolahan air sederhana. Setiap tahun, Kota Sukabumi mendapatkan kucuran dana sekitar Rp 1 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). “Kalau dari APBD Kota Sukabumi, hanya tinggal menyediakan dana pendamping sebesar 10 persen dari nilai bantuan DAK,” ujarnya.

Sementara tahun ini, ada empat titik yang mendapatkan bantuan pembangunan instalasi pengolahan air sederhana yakni di Cikundul, Baros, Gunungpuyuh, dan Karangtengah. “Pengelolaannya dipegang penuh oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) setempat,” terangnya. (bal/dep)

Feeds