PNS Disporaparekraf Dites HIV

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi, menggelar tes Voluntary Counseling and Testing (VCT) atau layanan konseling dan tes HIV/AIDS secara sukarela kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup kerja Dinas Pemuda Olahraga, Parawisata, dan Perekonomian Kreatif (Disporaparekraf), kemarin (4/5). Kegiatan pemeriksaan HIV secara sukarela tersebut, merupakan pertama kali dilaksanakan di OPD Pemkot Kota Sukabumi.

Kegiatan ini diawali apel pagi dengan diinstrukturi Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Setda Kota Sukabumi selaku Ketua Pelaksana KPA. Ketua Pelaksana KPA, Kostaman, mengatakan, layanan tersebut diberikan kepada para PNS yang secara sukarela mau menjalani tes VCT. Tes ini berupa konseling mengenai HIV/AIDS dan tes HIV/AIDS melalui pemeriksaan darah.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Sukabumi. Layanan tes ini bertujuan agar para PNS di Kota Sukabumi peduli tentang HIV/AIDS dan memahami dengan benar bahwa HIV/AIDS tidak menakutkan. “Kami harapkan pemahaman para PNS mengenai HIV/AIDS serta kepedulian mereka tentang penyakit ini, ditularkan juga ke keluarga dan lingkungan mereka,” kata Kostaman.

Menurutnya, sampai kemarin siang, sudah ada sekitar 26 PNS di Disporaparekraf yang secara sukarela mau mengikuti tes VCT. Dari 26 orang itu, hasilnya negatif baik dari HIV-nya maupun IMS-nya. Kegiatan ini hasil kerja sama KPA dan Dinkes Kota Sukabumi. Ada juga tiga petugas yang diturunkan dari PKM Selabatu. Selanjutnya, KPA akan menyusun jadwal untuk pelaksanaan di OPD lainnya. Mudah-mudahan dengan kegiatan yang positif ini dapat diikuti oleh dinas yang lainnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga dan Pemuda, Disporaparekraf, M. Yonan menuturkan, tes VCT ini untuk pertama kalinya digelar dan dilakukan di lingkungan Pemkot Sukabumi. Selain menanamkan kepedulian dan pemahaman yang benar mengenai HIV/AIDS kepada PNS, tes ini juga diharapkan dari mereka stigma buruk kepada para penderita HIV/AIDS bisa berubah dan menganggap bahwa penderita HIV/AIDS adalah korban. “Di luar itu semua, katanya tes ini adalah bentuk deteksi dini mengenai mengidap atau tidaknya seseorang oleh virus HIV/AIDS,” katanya.

Yonan menjelaskan, saat layanan tes VCT dibuka, seluruh kabid, kasi, staf sampai dengan penjaga kantor ikut dites. Dari 30 karyawan Disporaparekraf, 26 yang mengikuti tes dan empat lainnya sedang tugas luar dan sakit. Berdasarkan data KPA, hingga Maret ini, sudah ada 28 kasus baru HIV yang ditemukan dari beberapa layanan yang memiliki akses pemeriksaan HIV. Dengan program ini, ke depannya pencegahan penularan HIV terus dapat diminimalisir. (*/wdy/dep)

Feeds