Jalan Cimapag Rawan Longsor

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Beberapa titik kondisi rawan longsor di jalan nasional menuju Jampang Kulon benar-benar harus mendapatkan perhatian. Pasalnya, jalan yang didominasi tebing dengan ketinggian diperkirakan puluhan meter itu benar-benar mengancam jiwa para pengendara yang melintasi jalan tersebut.

Pantauan Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu.id), sedikitnya ada tiga titik tebing yang benar-benar rawan longsor. ketiga titik loksor itu berada di Jalan Kampung Cimapag Desa Loji, Kecamatan Simpenan. Terlihat papan peringatan rawan longsor sebagai imbauan kepada para pengguna jalan.

“Jika daerah rawan longsor itu dibiarkan terlalu lama, kami kharatir akan memakan korban jiwa,” ujar Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Ace Apandi kepada Radar Sukabumi, Senin (27/4).

Melihat kondisi tersebut, pria yang akrab disapa Haji Acece itu mendesak pemerintah agar segera memangani agar longsoran itu bisa diantisipasi. Lantaran, jalan tersebut merupakan jalan utama penghubung jampang ke palabuhanratu sebagai Ibu Kota Kabupaten Sukabumi.


“Kalau di jalan itu terjadi longsor, masyarakat jelas sangat susah melintasinya. Paling kalau tidak jalan laut, warga bisa menggunakan jalan Cikembar. tetapi dengan jarak tempuh yang lebih jauh. hal ini tentu memakan waktu dan biaya lebih besar,’ bebernya.

Selain adanya perbaikan khusus di titik rawan longsor, ia meminta agar pemerintah menambah Penerangan Jalan Umum (PJU). Sebab, setiap malam jalan tersebut gelap gulita hingga rawan kriminalitas.

“PJU ini sangat penting, selain untuk membuat pengguna jalan nyaman, PJU juga merupakan salah satu antisipasi kecelakaan dan tindakan kriminalitas,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu pengguna jalan yang melintas wilayah tersebut, Mahmud (49) warga Kampung Saronge Desa Ciemas berharap yang serupa. Menurutnya, warga hanya tidak ingin jika longsor tersebut menghambat transportasi masyarakat.

“Jalan diwilayah tersebut memang sangat membahayakan. Di daerah titik longsor terutamanya, ini sangat tinggi, jika lepas kontrol saja jelas dapat mengancam keselamatan,” singkatnya. (lan/dep)