Dukcapil Minim Pencetak KTP

KTP

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Untuk meningkatkan pelayanan prima, dalam dekat ini, Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) bakal bisa mencetak Kartu Tanda Penduduk (KTP). Lantaran, Kepala Disdukcapil Kabupaten Sukabumi, Sofyan Effendi sudah mengajukan penambahan sebanyak delapan mesin pencetak KTP kepada Bupati Sukabumi, Sukmawijaya.

Bahkan, pengajuannya itu mendapatkan lampu hijau dan bakal segera direalisasikan. Hal tersebut diungkapkan Sofyan Effendi kepada Radar Sukabumi di ruang kerjanya, kemarin (27/4).

Rencana penambahan mesin penctak KTP tersebut, masih kata Sofyan, awal tahun 2015 ini, KTP yang bukan elektrik dinyatakan tidak berlaku. Akibatnya, pemohon KTP di instansinya itu setiap harinya selalu membludak. Bahkan secara akumulasi, pemohon KTP elektrik tak kurang dari 1.000 pemohon per hari.


“Peralatan yang kami miliki kurang memadai, para petugas pembuat KTP pun harus kerja lembur hingga larut malam. nah permohonan penambahan mesin ini Insya Allah akans egera direalisasikan. Pak Bupati sudah meresponya,” jelasnya.

Menurut Sofyan, pelayanan hingga malam hari itu lantaran mesin pencetak KTP saat ini baru ada dua unit yang ditempatkan di Disdukcasip Kabupaten Sukabumi. Sementara di UPTD Disdukcapil tidak dibekali mesin pencetak. Kondisi itulah membuat pelayanannya se-Kabupaten Sukabumi berlangsung lama.

“Untuk saat ini, target kami setiap harinya 200 KTP yang dicetak, itu disesuaikan dengan mesin cetak yang ada hanya dua unit,” ungkap Sofyan.

Pria berkumis tebal itu menyebutkan, jika delapan unit mesin pencetak KTP diterima, sebanyak tujuh mesin rencananya bakal ditempatkan di tiap UPTD. Sementara satu unit lagi di Disdukcapil untuk meningkatkan pelayanannya. Sehingga, pelayanannya akan lebih efektif dan efesien.

“Kalau nanti sudah ada penambahan mesin, UPTD memiliki kewenangan untuk mencetak KTP elektrik. Rencananya masing-masing UPTD diberikan satu alat cetak KTP dan di Disdukcapil menjadi tiga unit. Ini tentunya demi optimalisasi pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Salah satu pemohon e-KTP, Ruhiyat (32) asal Kecamatan Pabuaran mengaku pelayanan KTP di Disdukcapil membludak. Ia harus rela antre lantaran pemohon KTP tidak sedikit. Namun, saat menunggu antrian itu, Ruhiyat mengaku tidak ada yang dikeluhkan lantaran ruang tunggunya dilengkapi dengan televisi dan pendingin ruangan.

“Banyak banget kang yang membuatnya, tapi gak masalah karena ada tontonan. Kami sih berharap, pembuatan KTP ini bisa di UPTD supaya jaraknya tidak terlalu jauh,” singkatnya seraya berharap. (ren/dep)