Selewengkan Dana Simpan Pinjam, Dua Pengelola PNPM Dibui

anggaran
Ilustrasi penyelewengan anggaran
Ilustrasi Pungli
Ilustrasi 

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Dua tersangka kasus dugaan penyelewengan dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP) pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) Kecamatan Cikidang tahun anggaran 2009-2011, HS dan KK akhirnya ditahan tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak pada Senin (13/4) lalu. Keduanya langsung dititipkan di hotel prodeo Lapas Kelas II B Nyomplong, Sukabumi.

Informasi yang dihimpun, awal bulan tahun ini, Ketua dan Bendahara Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM MP ini resmi ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya terbukti telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan anggaran. Akibat dari tindakan keduanya, negara diduga dirugikan sebesar Rp 700 juta lebih.

“Setelah beberapa jam kita periksa, keduanya langsung kita tahan,” ujar Kajari Cibadak, Diah Ayu L Akbari melalui Kasipidsus Kejari Cibadak, Akhmad E P Hasibuan kepada wartawan.

Ia juga menyebutkan, kerugian sebesar Rp 700 juta itu baru berdasarkan hasil perhitungan penyidik. Terkait kepastian jumlah kerugiannya, tim masih menunggu hasil perhitungan dari Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP).


“Kami masih menunggu hasil perhitungan dari BPKP, mungkin saja hasil perhitungan dari BPKP bisa lebih dari perhitungan tim penyidik,” prediksinya.

Dalam kasus ini, tim penyidik menjerat kedua pelaku dengan pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Ancaman hukumannya minimal lima tahun penjara,” tegasnya.
Hasibuan menambahkan, proses hukum dalam kasus ini akan terus dilakukan. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan dalam kasus ini akan ada tersangka lain. Sehingga, kendati sudah ada dua orang tersangka, pihaknya tidak akan menghentikan penyelidikan kasus tersebut.

“Pemeriksaan keterangan dari saksi-saksi masih berjalan. Untuk nilai kerugian pasti, kami masih menunggu dari BPK. Tidak menutup kemungkinan dalam kasus ini akan ada tersangka lain,” singkatnya. (ren/dep)