Longsor Kalapanunggal, 3 Tewas, 1 Kritis

Korban longsor Sukabumi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Bencana longsor kembali memakan korban. Kali ini, insiden terjadi di Kampung Cisarua RT 08/05, Desa Mekarsari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi sekitar pukul 12.00 WIB, kemarin (23/4). Akibatnya, dua dari tiga orang yang tertimbun meninggal dunia, sementara satu korban lainnya kritis di RSUD Sekarwangi.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup Pojoskatu.id), tiga korban dalam insiden memilukan itu adalah warga setempat. Ketiganya Hendrik (24), Dudung (35) dan Juwardi (55). Hendrik meninggal dunia saat mendapat penanganan medis di puskesmas setempat.

Sementara Dudung, meninggal di lokasi kejadian, dan Juwardi kini berada di ruang IGD rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi yang berlokasi di Cibadak itu.

Sebelum kejadian, hujan deras terus mengguyur kawasan Kalapanunggal kemarin petang. Ketiga korban itu tengah melakukan aktivitasnya sebagai penambang pasir batu cadas di tempat penggalian ilegal milik Gondi. Tebing dengan ketinggian 15 meter lebih itu tak dapat menahan debit air, hingga akhirnya amblas dan menimbun ketiga korban.

“Korban seluruhnya ada tiga orang, dua di antaranya meninggal dan satu kritis,” ujar Camat Kalapanunggal, Pambudi, kemarin (23/4).

Menurut Budi, sapaan akrab Pambudi. Sejak kejadian, lokasi galian yang tidak jauh dengan pemukiman warga itu menyedot perhatian warga. Mereka berkerumun mendatangi lokasi, sambil memberikan pertolongan dengan melakukan evakuasi.
“Terakhir yang kita evakuasi adalah korban atas nama Dudung. Dia meninggal di lokasi,” imbuh Budi.

Tak ingin kejadian tersebut terulang, Budi berjanji segera menutup lokasi penambangan. Itu karena lokasi kejadian merupakan lahan galian yang tak berizin atau ilegal dan milik perorangan. Untuk itu, pihaknya berharap tidak ada lagi aktivitas apapun di lokasi tersebut.

“Kami akan tutup sementara lokasi kejadian, karena tak berizin atau ilegal,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Kapolsek Kalapanunggal, AKP Sumijo. Menurutnya, ketiga korban tengah menggali batu cadas untuk dijadikan bahan baku pembuatan batako. Ketiganya merupakan pekerja di percetakan batako milik Gani.

“Ketiganya tengah bekerja, tiba-tiba tebing tempat penggaliannya amblas. Dua dari tiga orang itu meninggal, sementara satu orang lainnya kritis. Kami pastikan, tidak ada lagi korban dalam insiden ini, semua sudah dievakuasi,” singkatnya. (ren/dep)

Feeds