Jelang Pilbup, DPC Hanura Belum Usulkan Calon

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Menjelang pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2015-2020 mendatang, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura belum mengusulkan calon yang ikut meramaikan Pilkada. Pasalnya, sejauh ini partai yang dipimpin Wiranto ini belum juga membuka penjaringan. Wakil Ketua DPD Hanura Jawa Barat, Ujang Fathulwaton, membenarkan keadaan tersebut. Menurutnya, sejauh ini DPC Hanura belum menentukan calon atau masih dalam penjajakan dengan para kader maupun dengan sejumlah tokoh.

“Sesuai dengan mekanisme partai, proses penjaringan yang akan dilakukan DPC Hanura bersifat terbuka, baik dari eksternal maupun internal partai,” jelas Ujang saat dihubungi Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu.id), kemarin (23/4).

Menurutnya, berdasarkan aturan yang ada, DPC itu harus mengusulkan minimal dua calon kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Saat ini yang dirinya lihat DPC Hanura masih melakukan penjajakan dan komunikasi dengan sejumlah partai lain serta para tokoh dan kader yang dianggap laik untuk maju pada Pilkada 2015. Namun dirinya menegaskan, dalam hal ini DPC hanya mengusulkan, tidak menentukan calon A atau B, pasalnya semua keputusan ada di DPP.

“Sesuai dengan aturan Undang-undang Pilkada bahwa Surat Keputusan (SK) pencalonan hanya akan dikeluarkan oleh DPP bukan DPC,” terangnya.


Proses pejajakan atau pendekatan maupun komunikasi lintas partai memang perlu dilakukan. Karena, hanya yang sesuai dengan visi dan misi yang laik untuk dicalonkan. Bahkan dirinya mengkritik sikap Ketua DPC Partai yang melakukan manuver ke sejumlah kader atau tokoh yang berlebihan. Soalnya, sebaik apapun tokoh atau kader di mata DPC tetap saja keputusan ada di DPP.

“Yang menetukan koalisi dengan partai lain jelas DPP, jadi kalau DPC coba-coba melakukan pelanggaran maka ada sanksi yang menunggu. Boleh melakukan komunikasi politik tapi menetukan komunikasi jangan sepihak,” cetusnya.

Lebih lanjut dirinya menegaskan, DPC Hanura seharusnya segera mempersiapkan untuk melakukan penjaringan calon. Hal itu karena proses Pilkada tinggal hitungan bulan lagi. Selain itu juga semakin banyak waktu semakin baik untuk menghasilkan calon yang diusung partainya terbaik dan bisa bertarung melawan partai lain. Meski demikian, dirinya kembali menekankan bahwa DPC jangan terlalu terburu-buru menentukan sikap mengikat kepada salah satu calon agar tidak ada bahasa mengikat.
“Dari awal saya bilang bawah sikap DPC tidak boleh menentukan, tapi hanya sekadar mengusulkan saja. Partai kami bukan partai baru yang jadi penonton, partai kami adalah partai pengusung yang di dalamnya terisi oleh orang yang profesional,” tukasnya. (hnd/dep)