Wow, Ini Total Kerugian Bencana di Sukabumi

Korban longsor Sukabumi

Korban longsor Sukabumi

POJOKSATU. SUKABUMI – Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo menyebutkan, dari awal Januari hingga April 2015 ini, sejumlah bencana alam kerap menimpa wilayah Kabupaten Sukabumi. Akibatnya, selain membuat kesedihan bagi warga, juga bencana itu telah menimbulkan kerugian materi warga hingga mencapai Rp 20 miliar.

Menurut Usman, besarnya jumlah kerugian itu karena seringnya terjadi berbagai bencana alam seperti longsor dan banjir yang terjadi di wilayahnya.

Dicontohkan Usman, bencana longsor di Kampung Cimerak RT 25/07, Desa Tegalpanjang Kecamatan Cireunghas pada 28 Maret lalu. Kemudian, bencana banjir bandang di Kecamatan Lengkong dan Jampangtengah pada 11 April lalu.

“Kerusakan akibat bencana alam di sejumlah lokasi ini cukup parah. Sebab banyak sarana umum dan rumah warga yang rusak seperti terbawa arus sungai dan tertimpa longsor. Sehingga menyebabkan kerugian dalam jumlah besar. Sejak Januari hingga pertengahan April 2015 ini jumlah kerugiaan akibat bencana diperkirakan sekitar Rp 20 miliar,” beber Usman kepada Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu.id), kemarin (22/4).

Ia juga menyebutkan, peristiwa bencana alam berupa banjir misalnya, hingga merusak sebanyak 30 unit jembatan berbagai jenis yang terletak di Lengkong. Selain merusak jembatan dan merendam puluhan rumah, banjir juga merendam bangunan pesantren dan merusak puluhan hektare areal persawahan. Total kerugian akibat bencana banjir di Lengkong mencapai sebesar Rp 2 miliar.

Termasuk bencana angin puting beliung. Pada pertengahan April lalu merusak puluhan rumah di Kampung Cibodas, Desa Neglasari, Nyalindung.

“BPBD bersama warga berupaya membantu warga yang terkena bencana alam. Memberikan bantuan darurat berupa makanan dan minuman kepada korban bencana dan membangun tanggul penahan gerakan tanah,” sebutnya.
Ia berharap, warga tetap mewaspadai terjadinya bencana alam susulan. Terlebih, akhir-akhir ini intensitas hujan masih cukup tinggi.

Sementara itu, kerugian yang mencapai miliaran tersebut dipandang masuk akal oleh masyarakat Sukabumi. Pasalnya, amukan alam yang menimpa Sukabumi tidak hanya rumah saja, melainkan lahan pertanian, infrastruktur jalan dan sarana lainnya.

“Mungkin saja lebih dari hitungan itu, soalnya yang dilanda bukan hanya rumah, tapi juga sarana lainnya,” singkat Ketua Gerakan Pemuda Putra-Putri Warungkiara, Ferbriansyah. (ren/dep)

Feeds