Tertibkan Kontrakan dan Kos-kosan

Ilustrasi

Ilustrasi penertiban kos-kosan

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi sekaligus Ketua KPA Kota Sukabumi meminta agar menertibkan tempat Kos-kosan atau kontrakan. Hal itu dilakukan untuk menekan terjadinya penyebaran virus HIV dan AIDS di Kota Sukabumi. Pernyataan tersebut dilontarkan dirinya saat menghadiri sekaligus membuka acara sosialisasi, pertemuan dan penguatan Warga Peduli Aids (WPA) di ruang pertemuan Kecamatan Cikole, kemarin (22/4).

Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam penyebaran AIDS harus ditingkatkan lagi. Dengan masih banyaknya kontrakan serta kos-kosan yang tersebar di setiap sudut Kota Sukabumi maupun di tengah kota, menurutnya menjadi salah satu penyebabnya.

“Karena kebanyakan dari kontrakan dan kos-kosan tersebut masih dicampur tidak dikhususkan untuk laki-laki atupun perempuan,” ujar Fahmi

Dengan adanya fenomena itu membuat dirinya memperhatikan secara khusus. Dari awal diagendakan serta diinstruksikan kepada kelurahan, RW, serta RT untuk terus memantau dan menertibkan kontrakan serta kos-kosan agar dipisah keperuntukannya.

“Jangan menjadikan alasan tidak laku jika tidak dibebaskan, karena saya rasakan telah banyak terjadi perubahan dan pergeseran budaya di Kota Sukabumi ini,” tegasnya.

Ke depan dirinyapun berharap dengan adanya WPA di masyarakat yang bertugas mensosialisasikan ke warga terkait bahaya AIDS dan hal-hal yang harus diantisipasi serta dilakukan akan mengurangi penyebaran AIDS di Kota Sukabumi.

“Karena hal lainnya seperti hotel dan penginapan saya sudah tekankan agar terus kontrol dan disaring pendatang meski kebijakan hotel syariah itu kebijakan pengelola hotel. Dan saya tekankan kepada semuanya agar senantiasa memiliki kewajiban di dalam kontrol agama dan sosial,” tandasnya.

Sementara, Sekretaris Camat (Sekmat) Cikole Asep Koswara mengatakan, dengan kondisi saat ini Kota Sukabumi yang menduduki peringkat keempat di Jawa Barat dengan penderitan terbanyak itu bisa dijadikan tantangan untuk bagaimana melakukan upaya-upaya pencegahan dan meminimalisir penyebaran penyakit AIDS. “Salah satunya dengan kkegiatan seperti ini, agar nantinya masyarakat saling memberi informasi dan mengingatkan tentang bahayanya AIDS,” paparnya.

Untuk persoalan pengobatan, menurutnya telah diserahkan kepada puskesmas-puskesmas dengan mekanisme yang telah ditentukan. Namun, itupun terus lebih ditekankan kepada pola pencegahan seperti penguatan kader-kader di setiap kelurahan, RT dan RW. “Seperti WPA ini yang terus dibina untuk menyebarkan informasi serta memberikan pemahaman kepada masyarakat lainnya,” pungkasnya. (cr3/dep)

Feeds