Empat Bulan BOS Mandek

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id SUKABUMI – Sejumlah guru honorer Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi kembali mengeluhkan mandeknya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Akibatnya, tidak sedikit guru melakukan aktivitas di luar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah satu Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) swasta di Citepus, Palabuhanratu mengungkapkan, dampak dari keterlambatan cairnya dana tersebut, benar-benar sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar (KBM). Sehingga saat guru mulai merasakan malas mengajar lantaran harus mencari nafkah di luar, para pelajar pun jadi korban.

“Biasanya, dana tersebut turun pada tiga bulan sekali, kalau sekarang sudah empat bulan belum cair-cair,” keluhnya saat ditemui Radar Sukabumi, kemarin (22/4).
Ia juga menyebutkan, keluhan tersebut sebenarnya dialami hampir seluruh guru yang bernaung di Kemenag Kabupaten Sukabumi.

“Pada tahun 2015 ini sekarang sudah lebih dari empat bulan dana untuk MI, MTs, MA belum diterima juga. Jadi untuk dana operasional kami mau pakai apa,” terangnya.

Di tempat terpisah, salah satu guru MI Bojonggenteng, Ujang Pudin juga mengungkapkan hal serupa. Ia berharap, dana yang selayaknya menjadi hak guru bisa segera dicairkan setidaknya akhir April ini. Lantaran, tak sedikit banyak yang harus dikeluarkannya. Biaya operasional sekolah seperti ujian, semesteran dan honor guru selama empat bulan ini sudah tak bisa lagi ditanggulanginya.

“Bahkan hampir semua guru meminjam ke luar termasuk tabungan anak. Padahal, tabungan tersebut sebentar lagi harus dikembalikan,” tambahnya.

Saat wartawan ini akan melakukan konfirmasi ulang, melalui dua nomor kontaknya tidak aktif. Tetapi, sebelumnya, Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi, Tatep Sirojudin mengungkapkan, keterlambatan pencairan dana tersebut dikarenakan ada kesalahan akun. “Ada kesalahan akun untuk pencairan dana BOS,” kata Tatep kepada Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu.id), Minggu (19/3) lalu.

Ia mengklaim, kesalahan akun tersebut bukan kesalahan dari pihak Kemenag Kabupaten Sukabumi, melainkan dari Kemenag Provinsi Jabar.

Sehingga perbaikannya pun dikerjakan oleh pihak provinsi. Hingga kini, pihaknya belum bisa memberikan kepastian BOS yang dikeluhkan guru-guru itu kapan bisa dicairkan.

“Kami belum bisa memastikan kapan bisa cair,” imbuhnya.

Lantaran, hingga kini proses perbaikan akun tersebut belum ada kepastian. Untuk bisa mencairkan dana BOS tersebut tetap harus menunggu penyelesaian akunnya.

“Setelah selesai membenarkan kesalahan akun tersebut baru pusat mencairkan,” tandasnya.

Ia berharap, persoalan tersebut segera bisa selesai, lantaran, pihaknya juga kerap mendapatkan keluhan dari guru-guru. Tatep juga mengimbau kepada para guru agar sabar menunggu. “Kami juga mohon maaf akan keterlambatan pencairan ini,” imbaunya. (lan/cr4/dep)

Feeds