Daerah Harus Tingkatkan Seni dan Budaya

Kesenian Dogdog Lojor, Sukabumi

Kesenian Dogdog Lojor, Sukabumi

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Provinsi Jawa Barat, Nunung Sobari meminta kepada setiap daerah untuk meningkatkan dan melestarikan seni dan budaya, agar budaya yang merupakan warisan leluhur tetap hidup dan lestari seiring dengan kemajuan daerah. Menurutnya, peningkatan seni dan budaya di daerah akan berdampak pada kemajuan Provinsi Jawa Barat (Jabar).

“Daerah harus bisa berinovasi dan kreatif dalam menciptakan seni dan bidaya yang ada di sekitarnya,”ujar Nunung usai membuka Workshop Peningkatan Kompetensi Tata Pentas Seni Pertunjukan di Hotel Taman Sari Kota Sukabumi, kemarin (22/4).

Di bidang seni dan budaya, Jabar saat ini dalam kondisi mati suri. Pasalnya, sebanyak 243 seni pertunjukan yang dimiliku Jabar, 50 di antaranya terancam punah. “Hampir 20 persen yang harus diselamatkan dari kepunahan,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan catatannya, seni dan budaya daerah Jabar cukup banyak. Bahkan, jumlahnya mencapai ribuan jika digabungkan dengan seni non pertunjukan. Seni tersebut tersebar di seluruh wilayah Jabar termasuk Kota Sukabumi.

“Seni non pertunjukan seperti seni griya dan seni rupa. Seni yang hampir punah juga ada di Kota Sukabumi,” katanya.

Adapaun faktor penyebab hampir punahnya seni budaya paling tidak berdasarkan tiga indikator yakni, regerasi tidak berjalan dengan mulus, frekuensi pegelarannya semakin jarang, dan semakin ditinggalkan masyarakat . Padahal, sebagai penikmat dan pendukung hidupnya seni budaya, peran masyarakat sangat dominan. Faktor lain adalah peralatan yang digunakan untuk pagelaran seni budaya sudah tidak ada.

“Kalau masyarakat tidak peduli, maka seni dan budaya akan mati sendirinya,” katanya.

Oleh karena itu, menurutnya, upaya pencegahan mutlak harus dilakukan. Caranya dengan mewariskan kepada generasi muda. Tokoh budaya didorong agar melakukan kegiatan seni dengan melibatkan generasi muda untuk melanjutkan keterampilan dan wawasan seni budaya.

“Tokoh seni budaya yang sudah tua diberikan peluang untuk mendidik keluarga atau orang terdekat agar dapat diwariskan kepada anak muda,” jelasnya.

Tak hanya itu, fasilitas dan anggaran merupakan hal penting untuk menghidupkan kembali seni budaya yang mati suri. Kemudian, keterlibatkan para ahli baik dari akademisi maupun seniman dan pakar untuk merevitalisasi seni di kota dan kabupaten yang terdapat seni dan budaya dianggap hampir punah. Semakin sering seni dan budaya digelar, maka peluang untuk hidup kembali akan semakin besar.

“Kami sudah menyiapkan anggaran untuk pembangunan gedung seni tinggal daerah mengajukannya, karena program itu merupakan program gubernur,” terangnya.

Sementara itu, workshop yang digelar selama empat hari tersebut diikuti sebanyak tujuh kota dan kabupaten, yakni Kota dan Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kota Cimahi, Kota dan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Purwakarta. Dipilih menjadi tuan rumah karena potensi Kota Sukabumi cukup besar di bidang seni pertunjukan.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Keratif Kota Sukabumi, Rudi Juhayat mengatakan, ditunjuknya sebagai tuan rumah merupakan kepercayaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap Kota Sukabumi.

“Kegiatan ini harus disambut dengan baik agar potensi seni dan budaya dapat dioptimalkan dan berkembang dengan baik di masa mendatang,” tugasnya. (bal/dep)

Feeds