Cegah Radikalisme Remaja dengan Cara Ini

Gerakan Radikalisme-ISIS

Gerakan Radikalisme-ISIS

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Enny (42) mengaku sempat khawatir Irfan, putranya yang saat ini duduk di Kelas 3 SMA terpengaruh gerakan-gerakan radikal. Namun, dengan pendekatan dialog untuk mengetahui pemikiran anaknya, warga Cibadak, Sukabumi itu mengaku lega. Aktivitas Irfan dalam kegiatan Kerohanian Islam (Rohis) yang dibimbing guru-guru di sekolah, memberi Irfan kemampuan memilah mana ajaran yang berbahaya atau tidak.

Enny mengaku selalu berusaha membiasakan dialog dengan anak-anaknya, sekaligus memantau perkembangan mereka. Wanita yang aktif di Majelis Taklim itu menuturkan pengalaman pribadinya usai kegiatan Sosialisasi Keputusan-keputusan (Sosput) Majelis Permusyawaratan (MPR) RI di Pesantren Ad Dakwah, Cibadak Sukabumi.

Menurut Anggota DPR RI, Yudi Widiana Adia, peran keluarga, khususnya kaum ibu, sangat penting mencegah penyebaran faham radikal.? Usia remaja yang masih banyak mencari jatidiri sangat memerlukan kebersamaan dalam keluarga. Sehingga apapun perkembangan anak, bisa dideteksi sejak dini.

Oleh karena itu, upaya memperkuat pemahaman kebangsaan dan bernegara bukan hanya milik? para ayah, namun juga para ibu yang sehari-hari bergaul di rumah. Yudi mengapresiasi pimpinan Pesantren Ad Dakwah yang mengumpulkan kaum hawa dalam Sosput MPR RI. Pertemuan semacam ini cukup efektif menguatkan faham kebangsaan sekaligus mencegah radikalisme.

Ummat Islam sebagai penduduk mayoritas di RI, justru bertanggung jawab utama dalam mempertahankan keutuhan negara kesatuan (NKRI). Ummat harus mengambil peran-peran strategis dalam berbgsa dan bernegara agar Ummat juga sejahtera dan tidak terpinggirkan terus menerus. “Kaum hawa, terutama para ibu memiliki peran strategis bagi ketahanan keluarga maupun visi kebangsaan,” tegas Yudi.

Lebih lanjut Yudi mengatakan, pemerintah daerah juga harus berperan aktif mewujudkan ketahanan keluarga. Salah satunya dengan mendorong kaum ibu di rumah, bukan bekerja di pabrik. Pemerintah harus memfasilitasi kaum lelaki, para kepala rumah tangga bisa memperoleh pekerjaan yang layak.

“Ciptakan lapangan kerja secara luas, dorong perusahaan-perusahaan di Sukabumi memprioritaskan posisi pekerjaan untuk kaum lelaki?,” Kata Yudi. Ia mengaku prihatin dengan minimnya lapangan kerja bagi kaum lelaki, karena perusahaan lebih memprioritaskan kaum hawa. Jika ini berlangsung terus, maka jangan harap ketahanan keluarga akan terwujudnya, pungkasnya.(*/dit/dep)

Feeds