Warga Cimanggu Geruduk Bogorindo

Ilustrasi demonstrasi.
Ilustrasi demonstrasi.
Ilustrasi demonstrasi.

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Ratusan warga perumahan BTN Kampung Cimanggu RW 09 Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi geruduk proyek Bogorindo yang berlokasi di Jalan Pelabuhan II Desa Cimanggu Kecamatan Cikembar, kemarin (17/4). Mereka mempermasalahkan cut and fill perusahaan, yang dinilai membahayakan warga setempat. Mereka meminta proyek dihentikan sementara.

Meski berlangsung aman lantaran dikawal ketat pihak kepolisian, aksi tersebut berujung pada audiensi antara warga dengan pihak Bogorindo yang diwakili Tirton Hutagalung dari pusat, dan disaksikan Muspika Kecamatan Cikembar.

Dalam audiensinya, salah satu perwakilan warga, Dedi Sumardi mengungkapkan, komitmen awal PT Bogorindo dengan warga diduga tidak diindahkan. Saat itu, pihak perusahaan berjanji akan mensejahterakan warga dengan berbagai macam iming-iming.

“Tujuannya yang tercantum dalam komitmen itu meleset, jelas kami kecewa. Seperti halnya tenaga kerja. Yang semula akan memprioritaskan warga setempat, kenyataannya tidak begitu,” kesal Dedi Sumardi, kemarin (17/4).


Selain itu, dengan adanya galian yang berlokasi di pinggir perumahan berkedalaman 13 meter, dinilai bakal membahayakan warga setempat seiring dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi, sehingga dikhawatirkan terjadi longsor.
“Izin cut and fill juga tidak sesuai dengan perencanaan yakni dengan sistem trap di pinggir jalan,” imbuhnya.

Selain itu lanjut Dedi, jalan akses warga ke jalan raya yang disepakati selebar enam meter, kenyataannya pembukaan akses jalan oleh perusahaan hanya selebar tiga meter. Sehingga, hal ini membuat warga berang dan kecewa kepada pihak perusahaan.

“Kami minta pemagaran atau talun pinggir galian supaya tidak membahayakan,” harapnya.

Sementara itu, perwakilan Bogorindo, Tirton Hutagalung menambahkan, pihaknya berjanji akan memperhatikan dan menindaklanjuti tuntutan warga setempat. Ia juga tidak ingin membahayakan warga setempat, dengan adanya pembangunan ini.

“Kami akan realisasikan apa yang menjadi aspirasi warga. Terkait dengan pemagaran atau talun pada 20 Mei mendatang akan dibangun,” janjinya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS, M Sodikin MT menambahkan, segala bentuk pembangunan di Kabupaten Sukabumi yang menggenjot ekonomi dan menarik investor bukan menjadi hal segalanya, melainkan harus mementingkan keamanan dan kenyamanan warga sekitar.

“Peluang usaha yang diberikan pemda kepada pihak Bogorindo, harus memerhatikan keamanan dan kenyamanan warga setempat. Kami kerap mendengar, masyarakat sering menyampaikan keluhan kepada Bogorindo akan tetapi pihak Bogorindo selalu mengabaikan. Mulai detik ini, perusahaan harus mendengar dan merealisasikan tuntutan warga,” singkatnya.(ren/dep)