Polisi Sita 865 Botol Miras

Miras
ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Kepolisian Sektor Gunungguruh berhasil mengamankan 865 botol minuman keras (miras) dengan berbagai merek, kemarin (16/4) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Botol minuman terlarang tersebut didapat dari dua lokasi yang berbeda yaitu Kampung Mekarjaya RT 004/002 Desa Sinaresmi Kecamatan Gunungguruh dan Kampung Jatimekar RT 003/003 Desa Sinaresmi Kecamatan Gunungguruh.

Kapolsek Gunungguruh, IPDA Yudi Wahyudi mengatakan, razia tersebut berdasarkan hasil pengembangan operasi pekat, pada Rabu (15/4) malam. Sedikitnya, 865 botol miras berbagai merek telah diamankan dari dua gudang yang menjadi tempat penyimpanan.

“Setelah adanya berbagai laporan dari berbagai pihak, kemarin malam kita lakukan pengembangan dan baru pagi ini kita melakukan razia. Ternyata benar hasil tangkapan dari dua gudang, terdapat berbagai miras siap kirim,” ungkap Yudi.

Adapun dari gudang pertama, polisi berhasil mengamankan 625 botol miras di antaranya intisari 274 botol, new port 26 botol, topi miring 24 botol, anggur merah 244 botol dan AP 57 botol. Pemilik dari gudang tersebut adalah Dale Eka Saputra (25) warga Kampung Jatimekar RT 003/003 Desa Sinaresmi Kecamatan Gunungguruh.


Sementara di gudang kedua yakni Kampung Mekarjaya RT 004/002 Desa Sinaresmi Kecamatan Gunungguruh atas nama pemilik gudang Jul Fabri Okta alias Geri (28), polisi berhasil mengamankan 240 botol miras berbagai merek. Kedua tersangka tersebut sedang dalam proses pengembangan di Polsek Gunungguruh. “Masih sedang dalam penyelidikan, sementara barang bukti kita sita,” pungkasnya.

Sementara itu, terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol, membuat Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi berencana melakukan sidak ke supermarket atau minimarket untuk mengantisipasi penjualan mihol.

Kepala Diskoperindag Kota Sukabumi, Ayep Supriatna mengungkapkan adanya Permendag tersebut secara otomatis mempertegas adanya peraturan daerah Nomor 1/2014 tentang Larangan Peredaran Miras di Kota Sukabumi. Pihaknya akan menerapkan secara menyeluruh di wilayah kota mochi ini. “Kita kan menindaklanjuti peraturan tersebut dengan melalukan tindakan inspeksi mendadak ke sejumlah minimarket,” ujarnya.

Lanjut Ayep, teknis penindakannya, akan berkoordinasi dengan Satpol PP dan Dinas Kesehatan. Sesuai aturan tersebut, bentuk tindakan dari pemerintah daerah dilakukan dengan mengawasi peredaran minuman beralkohol (mihol) yang dijual di supermarket atau minimarket. “Kita akan rencanakan minggu depan untuk melakukan pendataan ke sejumlah minimarket atau supermarket,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penegak Perda Kota Sukabumi, Sudrajat, mengatakan pihaknya terus melakukan operasi penertiban mihol dengan sasaran gudang yang terendus menyimpan minuman tersebut. Menurut dia, peredaran dan penjualan mihol dilakukan sembunyi-sembunyi. “Kami juga kerap memeriksa minimarket sebagai antisipasi penjualan mihol. Tapi sampai saat ini belum ditemukan ada minimarket yang menjual mihol,” ujarnya.

Belum lama ini Satpol PP dan Polres Sukabumi Kota memusnahkan ribuan botol mihol berkadar di atas lima persen. Ribuan botol mihol itu merupakan hasil penyitaan dari razia penyakit masyarakat yang dilaksanakan selama 2014. “Dari hasil penyitaan di tujuh titik selama 2014, terdapat ribuan botol mihol yang kita musnahkan,” ujar

Selama 2015, sejak Januari-Maret, Satpol PP baru menyita sebanyak hampir 60 botol mihol berbagai jenis. Saat ini masih diamankan di gudang penyimpanan di kantor Satpol PP Kota Sukabumi. “Yang 60 botol itu belum masuk berita acara tindak pidana ringan (tipiring),” ujarnya. (wdy/bal/dep)