Bupati Minta Jangan Ganggu Investor Pemberi Manfaat

Bupati Sukabumi, Sukmawijaya
Bupati Sukabumi, Sukmawijaya
Bupati Sukabumi, Sukmawijaya

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Keberadaan sejumlah perusahaan sudah memberikan manfaat kepada masyarakat. Bupati Sukabumi, Sukmawijaya mengimbau kepada aparatur pemerintah dan masyarakat agar memberikan pelayanan yang baik.

Sehingga para investor baik asing maupun lokal merasa nyaman dan tidak terganggu. Terlebih, pemerintah sudah berupaya untuk menarik para investor tersebut agar menanamkan modalnya di Kabupaten Sukabumi sebagai upaya pemerintah dalam memberikan lapangan pekerjaan.

“Semua harus menyadari kehadiran mereka (para investor, red) itu penting. Jangan diganggu, layani mereka. Karena keberadaannya jelas-jelas sudah memberikan manfaat. Baik membuka lapangan pekerjaan maupun menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajaknya,” terang Sukmawijaya selepas mengunjungi PT South East Java (SEJ) di Jalan Cipatuguran, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, kemarin (16/4).

Bupati dua periode ini menjelaskan, manfaat yang dimaksud, setidaknya perusahaan budidaya pembesaran sidat (uling atau lubang) ekspor tersebut bisa menambah pendapatan (income) bagi masyarakat. Selain mempekerjakan masyarakat di kantornya, perusahaan tersebut juga membuka peluang pekerjaan kepada para pencari impun lubang (siratsu atau glass eel). Lantaran, perusahaan itu selalu membutuhkan bahan untuk budidaya pembesaran sebelum diolah hingga diekspor.


“Selain itu, ternyata perusahaan ini juga membutuhkan pakan lokal berupa cacing. Alhamdulillah ini juga bisa menjadi pendapatan tambahan bagi masyarakat,” imbuhnya.

Ditanya soal pemanfaatan air bawah tanah (Artesis), pria berambut putih ini juga menilai hingga saat ini dirinya tidak pernah mendengar adanya permasalahan di masyarakat. Terlebih, perusahaan itu sudah melakukan proses izin sesuai peraturan yang berlaku.

“Memang dalam undang-undang sumber daya pengelolaan air sangat diperketat. Namun bukan berarti tidak boleh dimanfaatkan, yang terpenting tidak mengabaikan kepentingan masyarakat. Apalagi air di perusahaan budidaya sidat ini tidak diperjualbelikan,” bebernya.

Sementara itu, Accounting PT SEJ, Revi Farid menjelaskan, dengan keberadaan perusahaan tersebut setidaknya sudah memberikan peluang kerja bagi ratusan warga Kabupaten Sukabumi. Pekerja tersebut terdiri dari, 80 pekerja langsung di PT SEJ, mulai dari manajemen, budidaya hingga pengolahan. Selain itu, setidaknya lebih dari 300 para pencari impun sidat yang ditampung para pengepul sebelum dijual ke perusahaan tersebut.

“Ada lebih dari 50 orang yang mencari cacing tanah sebagai pakan sidat. Alhadmulillah, ini menjadi penghasilan tambahan. Apalagi nelayan di Palabuhanratu sedang paceklik. Anak-anak SD juga ada yang menerima penghasilan Rp 100 – Rp 200 ribu setiap kali menjual cacing,” bebernya.

Revi menambahkan, para pencari cacing itu terbagi di beberapa lokasi. Hanya saja bagi yang mencari impun untuk yang di Kabupaten Sukabumi baru yang di Cimandiri, Loji dan Tegalbuleud.

Hingga kini, sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaannya itu sudah memberikan sumur bor dan pembuatan gorong-gorong bagi warga kampung di sekitarnya.

“Kita belum melakukan ekspor. Sekarang masih masuk tahap test processing. Mudah-mudahan, keberadaan perusahaan ini menjadi salah satu solisi saat penangkapan ikan paceklik,” tukasnya.(ryl/dep)