Ceramah Singgung Jokowi, Tabligh Akbar Berujung Masalah

Ceramah Jujun Junaedi
Ceramah Jujun Junaedi
Jujun Junaedi saat berceramah

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Dalam rangka HUT Kota Sukabumi ke-101, Kecamatan Gunungpuyuh mengadakan tabligh akbar pada Senin (13/4) malam seperti yang sudah direncanakan sebelumnya. Namun siapa sangka, kegiatan yang seharusnya menjadi momentum untuk menimba ilmu dan introspeksi, malah berujung ‘petaka’. Awal mulanya, tabligh akbar yang mendatangkan ustad sekaliber Jujun Junaedi sebagai bentuk rasa tasyakur binikmat tersebut, membuat warga serta instansi di lingkungan Kecamatan Gunungpuyuh menjadi gaduh.

Ketua PAC PDIP Gunungpuyuh, Irpan Mulyana menilai, ceramah yang disampaikan Jujun Juaedi tak pantas disampaikan di muka umum, apalagi saat itu sedang dilangsungkan ceramah. “Ini dalam kondisi penyampaian keilmuan Islam, bukan ajang politik,” ujarnya.

Bagaimana tak kesal, Irpan yang saat itu kebetulan tidak hadir dalam acara tabligh akbar tersebut mendengar dari para kader dan masyarakat, jika penyampaian tausyiah dari Jujun Junaedi banyak menyingung persoalan kepemimpinan Jokowi dengan kata-kata tak pantas.
“Saya sampai ditelepon Ketua DPC PDIP Kota Sukabumi atas kejadian tersebut,” ungkapnya.

Irpan mengatakan, kiai atau penceramah seharusnya bisa menyampaikan materi itu dengan santun kepada jamaah. Jangan sampai tokoh agama memberikan hal-hal yang bisa menjadikan penilaian seseorang menjadi buruk kepada para tokoh agama. “Kiai pasti akan lebih santun jika memakai etika dan ilmu keagamaannya,” ujarnya.


Ternyata kekecewaan juga dirasakan Camat Gunungpuyuh, Fajar Rajasa selaku panitia sekaligus orang yang mengundang Jujun. Dirinya mengatakan, kata-kata yang dikeluarkan oleh tokoh agama seperti Jujun saat itu sangat tak pantas. Karena menurutnya, bagaimanapun, Jokowi adalah simbol negara karena pemimpin saat ini. “Saya sebagai camat merasa kecewa mengundang beliau pada acara tersebut,” akunya.

Dirinya pun mengaku akan marah seperti kader-kader PDIP di Kota Sukabumi yang mendengar kata-kata Jujun saat itu. “Jika saya sebagai kader dan bukan PNS, maka saya pun akan marah seperti mereka,” tuturnya.

Namun, Ia pun menyadari, dirinya harus meminta maaf. Bagaimanapun, kedatangan Jujun pada tabligh akbar tersebut diundang oleh kecamatan. “Saya mohon maaf jika ada beberapa pihak yang tersinggung, bahkan marah dengan kejadian tersebut. Saya pun tak menyangka Jujun akan berkata yang bukan-bukan pada acara tersebut,” ujar Fajar.

Dirinya berharap, masyarakat jangan terpancing dengan opini yang berkembang di masyarakat terhadap kejadian tersebut. Karena menurutnya, Ia beserta Kader PDIP Kecamatan Gunungpuyuh sudah mengklarifikasi serta memusyawarahkannya di Kantor PAC PDIP Kecamatan Gunungpuyuh. “Saya sudah sampaikan permohonan maaf kepada para kader dan pimpinan PDIP di Kecamatan Gunungpuyuh atas kejadian tersebut. Saya harap, masyarakat bisa mengambil hikmahnya untuk memilih dan memilah para penceramah jika ada acara lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Gunungpuyuh, AKP NR Subarna yang juga menghadiri undangan musyawarah tersebut memberikan apresiasi kepada camat dan Ketua PAC PDIP yang memusyawarahkan masalah tersebut. “Setiap masalah pasti ada dan saya salut ketika masalah itu langsung dimusyawarahkan,” singkatnya. (cr7/dep)