Kepala Puskesmas Laporkan Dr.D, karena Tidak Pernah Ngantor tapi Menerima Jaspel Ratusan Juta Rupiah

kepala puskesmas
Kepala Puskesmas Plered, Erna Siti Nurjanah didampingi kuasa hukumnya Evi Saeful Bachri, SH. Saat melaporkan dr.D ke Kejaksaan Negeri Purwakarta.

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Sore ini kepala Puskesmas Plered Erna Siti Nurjanah, melaporkan dr.D ke kejaksaan negeri Purwakarta yang didampingi oleh kuasa hukumnya Evi Saeful Bachri, SH, atas anggaran Jasa Pelayanan ratusan juta rupiah.


Kepala Puskesmas tersebut melaporkan beberapa orang, salah satunya dokter berinisial D, karena dari tahun 2015 hingga Maret 2017 tidak pernah ngantor ke Puskesmas, tetapi dia (dr.D) menerima Jasa Pelayanan (Jaspel) Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) walaupun tidak ngantor.

“Yang kami laporkan dr.D, salah seorang dokter yang beberapa tahun tidak pernah ngantor tapi menerima Jaspel Dana Kapitasi JKN,” kata Evi, kuasa hukum, yang juga mendampingi kepala puskesmas plered.

Selain dr.D, kepala puskesmas juga melaporkan inisial AHK yang juga sama kasusnya seperti dr.D, tidak pernah ngantor tapi menerima Jaspel Dana Kapitasi JKN.


“Untuk AHK ini, dirrinya menerima Jaspel Dana Kapitasi JKN mencapai puluhan juta rupiah,” tambah Evi.

Selain itu, kepala puskesmas yang didampingi oleh kuasa hukumnya tersebut juga melaporkan mantan keapala Puskesmas sebelumnya, atas biaya retrebusi.

“Ada penambahan penambahan biaya Retrebusi sebesar Rp.1000,- (Seribu Rupiah), per pasien pada tahun 2013 -2014,” beber Evi, saat usai membuat laporan ke kantor kejaksaan negeri purwakarta.

Laporan yang dilakukan kepala puskesmas yang didampingi oleh kuasa hukumnya tersebut, setelah melalui pelayanan terpadu satu pintu, kemudian diterima langsung oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus).

“Tadi diterima langsung oleh pa Kasi Pidsus, Jaksa Muda Nana Mulyana, SH,” tutup Evi, mengakhiri pembicaraan.

Kepala Puskesmas dan kuasa hukum ke kejaksaan negeri purwakarta sekitar pukul 15.30 WIB sore tadi, Senin (18/07). Setelah selesai membuat laporan, keluar dari kantor kejaksaan sekitar pukul 17.00 WIB. (Adw/pojokjabar)