ASN Purwakarta Diduga Terlibat Sindikat Aksi Tipu-tipu Proyek Banprov Milyaran Rupiah

kwitansi
Kwitansi pembayaran dari pihak ke tiga kepada para sindikat aksi tipu-tipu proyek hibah bantuan provinsi.

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), diduga terlibat dalam aksi tipu-tipu atas nama proyek hibah Bantuan Provinsi (Banprov) Tahun 2021.


Isu tersebut terus menyeruak ke permukaan, karena para korban aksi tipu-tipu proyek hibah Banprov tersebut diperkirakan lumayan banyak, terutama pihak ke tiga yang dijanjikan akan mengerjakan proyek tersebut.

Diperkirakan para pelaku merupakan sindikat yang beroperasi untuk meraup pundi-pundi rupiah, dengan mengahalakan segala cara agar mendapatkan uang.

“Inisialnya AN salah seorang PNS yang masih bertugas di salah satu OPD di Kabupaten Purwakarta,” kata salah seorang perwakilan pihak ketiga yang tertipu, sambil meminta agar namanya tidak di publikasikan terlebih dahulu.


Dirinya berharap agar para pelaku yang dari berbagai kalangan dan profesi tersebut, mau mengembalikan uang milik para pihak ke tiga yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

“Satu titik (satu desa) mereka menjanjikan proyek hibah Banprov senilai 2,5 M, tapi nyatanya hingga pertengahan tahun 2022 ini tidak ada proyek yang dijanjikan tersebut,” tambahnya, sambil memperlihatkan kwitansi pembayaran senilai 75 juta rupiah untuk satu titiknya.

Baca Juga : Menguak Aksi Tipu-tipu Atas Nama Proyek Hibah Banprov Milyaran Rupiah di Purwakarta

Terpisah, pejabat eselon II yang menjadi atasan tempat oknum ASN diduga melakukan aksi tipu-tipu proyek hibah Banprov tersebut, membenarkan bahwa AN bekerja dibawah OPD yang di pimpinnya.

“Iya, AN merupakan salah satu ASN di bagian Bidang … Seksi …,” kata kepala OPD tersebut, yang meminta agar merahasiakan nama OPD nya terlebih dahulu.

Bahkan, lanjutnya, dirinya dalam beberapa bulan belakangan mendengar anak buahnya tersebut berurusan dengan Aparat Penegak Hukum (APH), atas kasus tersebut.

“Informasinya sudah bolak-balik ke APH, terakhir minggu-minggu kemarin baru dipanggil. Sebelum-sebelumnya juga bolak balik ke APH,” bebernya, melalui sambungan seluller.

Selain oknum ASN, ada juga pihak sipil yang terlibat dalam aksi tipu-tipu proyek hibah Banprov tersebut. Selain itu, kabarnya ada juga orang yang memiliki jabatan cukup tinggi yang diduga terlibat dalam sindikat tersebut.

Bari informasi yang berhasil dihimpun, para pelaku tersebut mendatangi desa-desa yang ada di Kabupaten Purwakarta. Mereka menjanjikan tahun 2021 lalu, setiap desa akan mendapatkan proyek hibah bantuan keuangan (bankeu) dari provinsi, senilai 2,5 Milyar dalam bentuk pekerjaan.

Banyak pihak desa yang percaya, karena kehadiran oknum ASN tersebut, terlebih lagi di dukung oleh orang yang memiliki jabatan cukup tinggi di Kabupaten Purwakarta. (Adw/pojokjabar)