Bau Busuk Dugaan Reses Fiktif Menyeruak, Anggota Dewan : ‘Siap Dipanggil APH, Bukti Reses Sudah Disiapkan’

dprd purwakarta
Kantor DPRD Purwakarta (foto. Dok)

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Kembali Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Purwakarta menjadi sorotan berbagai pihak, setelah bau busuk berhembus atas dugaan reses fiktif di lembaga negara tersebut.


Beberapa anggota dewan yang berhasil dihubungi pojokjabar.com menyampaikan, bahwa dirinya melakukan reses sesuai dengan aturan.

“Saya melaksanakan reses sesuai aturan, di 6 titik,” ujar salah seorang anggota dewan yang enggan disebutkan namanya.

Sehingga, lanjutnya, bila dikemudian hari ada pemeriksaan yang melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH), dirinya siap memberikan bukti-bukti yang dimilikinya.


“Semua kegiatannya ada sesuai fakta di lapangan. Untuk para anggota dewan yang lain, saya tidak tau. Yang penting untuk kegiatan reses saya, dilaksanakan sesuai aturan. Bahkan saya lebih malahan, seharusnya 6 titik saya melaksanakannya 7 titik. Buktinya sudah saya siapkan,” tambahnya, sambil mewanti-wanti agar namanya tidak disebutkan.

Sementara itu, Ketua DPRD Purwakarta, H. Ahmad Sanusi saat pojokjabar.com, ingin mengonfirmasi kepada pimpinan dirinya malah mengarahkan ke Sektretaris Dewan.

“Mangga ke pa Sekwan weh,” singkat H. Amor, yang seolah-olah enggan memberikan keterangan, malah melimpahkan ke Sekwan.

Perjalanan dugaan reses fiktif

Dugaan Reses Fiktif ini menyeruak ke permukaan, karena anggaran yang dikeluarkan untuk para anggota dewan tersebut cukup besar, mencapai milyaran rupiah.

Hal itu sebagaimana disampaikan aktifis dari Forum Masyarakat Purwakarta (Formata), sebagaimana dilansir dari kantor berita RMOL (Group pojoksatu).

“Jika dalam pelaksanaan reses anggota DPRD Purwakarta yang telah dilaksanakan pada Maret 2022 lalu ternyata tidak ada bentuk pertemuan, pengadaan katering, dan sewa sound system, lantas pada laporannya dilampirkan bukti kuitansi. Maka patut diduga bukti administrasi itu merupakan rekayasa atau bentuk tindakan melawan hukum,” ungkap aktivis Forum Masyarakat Purwakarta (Formata), Agus Yasin, Kamis (14/04) beberapa hari lalu. (Adw/pojokjabar)