Anggota DPR RI Dapat Perlakuan Tidak Mengenakan, Sebelumnya Kena Tabok Kali Ini Emak-emak ‘Nyolot-nyolot’ ke Dedi Mulyadi

Seorang ibu sambil menggendong bayi berbicara sambil 'nyolot-nyolot' kepada anggota DPR RI Dedi Mulyadi, karena tidak setuju benteng tembok pengalang jalan di robohkan.

Seorang ibu sambil menggendong bayi berbicara sambil 'nyolot-nyolot' kepada anggota DPR RI Dedi Mulyadi, karena tidak setuju benteng tembok pengalang jalan di robohkan.


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Perlakuan tidak mengenakan kembali diterima oleh anggota DPR RI Dedi Mulyadi, saat seorang emak-emak sambil menggendong anak ‘nyolot-nyolot’ ke Wakil Ketua Komisi IV DPR RI tersebut.
Beberapa waktu lalu, mantan bupati Purwakarta itu juga pernah ditabok sekuat tenaga oleh warga karawang yang mengalami gangguan kejiwaan.

Dari video di laman fb kang Dedi Mulyadi tersebut, tampak seorang ibu sambil menggendong bayinya berjalan mendatangi Dedi Mulyadi sambil berbicara tidak setuju atas solusi yang diambil oleh Dedi Mulyadi.

Si ibu yang menggendong bayi terlihat marah-marah,dirinya tidak setuju dengan pembongkaran tembok benteng yang menutupi akses jalan fasilitas umum tersebut.

“Manfaatnya apa? (Dengan adanya benteng tembok penghalang jalan),” tanya Dedi Mulyadi kepada si ibu yang membawa bayi.

Si ibupun menjawab bahwa dengan adanya benteng tembok yang menutupi penuh badan tersebut tidak ada manfaatnya.

“Tidak ada manfaatnya,” sambar si ibu dengan cepat menjawab pertanyaan Dedi Mulyadi, sambil mendekat berhadapan dengan Dedi Mulyadi.

Karena si ibu tetap bersikukuh dengan keinginannya yang tidak setuju benteng tembok itu di robohkan, padahal sudah dijelaskan bahwa jalan tersebut merupakan fasilitas umum.

Dedi Mulyadi yang awalnya dengan sabar mendengar ocehan si Ibu yang nyolot-nyolot, tampak menahan emosi karena si ibu tetap tidak mengerti setelah diberi penjelasan.

“Sudah bongkar saja,” perintah Dedi Mulyadi kepada para anggota Satpol PP yang berada di lokasi.

Tanpa diperintah dua kali anggota satpol pp yang membawa Martil (palu besar) bersama beberapa warga langsung merobohkan benteng tembok yang menghalangi hampir seluruh badan jalan tersebut.

Sementara itu, Dedi Mulyadi yang di konfirmasi via seluller membenarkan kejadin tersebut terjadi di perumahan yang ada di kelurahan Ciseureh Kecamatan Kota Purwakarta.

“Awalnya saya mendatangi lokasi tersebut, kemudian berembug dengan RW setempat, Lurah, beberapa warga setempat dan pemilik rumah yang tidak memiliki akses jalan karena dibenteng tembok hampir menutupi seluruh badan jalan,” beber Dedi Mulyadi via sambungan seluller.

Akhirnya dicapai kesepakatan benteng tembok tersebut di robohkan, kemudian pemilik rumah juga menghibahkan tanahnya kepada Pemda untuk dibangun jalan melintas tanahnya.

“Kita sudah sepakat, benteng tembok tersebut di robohkan. Kemudian pemilik rumah yang tidak memiliki akses jalan itu akan menghibahkan tanahnya untuk jalan tembus melalui lahan miliknya,” tambah Dedi Mulyadi menerangkan, kemudian menutup pembicaraan.

Setelah semuanya selesai bermusyawarah, si ibu yang sambil menggendong bayi tersebut mendatangi Dedi Mulyadi sambil berbicara ‘nyolot-nyolot’ karena tidak senang atas hasil musyawarah merobohkan benteng tembok tersebut. (Adw/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds

Rektor IPB Arif Satria dirawat di RS EMC Sentul Bogor

Rektor IPB Positif Covid-19 Lagi

Rektor institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria, terkonfirmasi positif Covid-19 kedua kalinya, usai sempat positif pada September 2020.